Bola . 25/04/2025, 23:32 WIB
Penulis : FIN | Editor : FIN
fin.co.id - Timnas Indonesia terus melakukan persiapan matang menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2027. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memperkuat skuad melalui pemain naturalisasi. Alex Pastoor, ahli strategi Timnas Indonesia yang juga asisten pelatih Patrick Kluivert, secara terbuka menyatakan bahwa tim membutuhkan tambahan pemain keturunan agar taktik yang dijalankan bisa lebih efektif.
Bagi Pastoor, proses naturalisasi bukan sekadar solusi instan, melainkan bagian dari rencana jangka panjang untuk membangun tim yang kompetitif di level Asia maupun dunia. Menjelang laga penting melawan China dan Jepang pada 5 dan 10 Juni 2025 mendatang, Timnas Indonesia diprediksi akan menurunkan beberapa pemain naturalisasi baru yang diharapkan bisa menjadi game-changer.
Berikut lima pemain keturunan yang sedang dalam proses naturalisasi dan berpeluang besar memperkuat Timnas Indonesia:
Pemain andalan Leeds United ini menjadi incaran utama Alex Pastoor untuk memperkuat pertahanan Timnas Indonesia. Dengan kemampuan membaca permainan dan kehandalan dalam duel udara, Struijk diharapkan bisa menjadi benteng kokoh di jantung pertahanan Garuda.
Musim ini, Struijk telah tampil 35 kali di Championship dan mencetak 5 gol. Jika Leeds United berhasil promosi ke Premier League, pengalamannya di level tertinggi Inggris akan menjadi nilai tambah bagi Timnas Indonesia.
Gelandang Royal Antwerp ini sedang dalam proses naturalisasi dan diharapkan bisa segera membela Timnas Indonesia. Kemampuannya dalam mengontrol permainan dan membangun serangan membuatnya cocok dipasangkan dengan Thom Haye atau Joey Pelupessy.
Jika dokumen kewarganegaraannya selesai tepat waktu, Riedewald bisa menjadi penguat lini tengah yang dibutuhkan Timnas Indonesia untuk menghadapi lawan kuat seperti Jepang.
Pemain muda FC Utrecht ini diharapkan bisa memberi warna baru di lini serang Timnas Indonesia. Kecepatan dan dribelnya yang mematikan membuatnya cocok bermain di sayap, membentuk trio berbahaya bersama Ragnar Oratmangun dan Ole Romeny.
Di usia 21 tahun, Jonathans bukan hanya solusi jangka pendek, melainkan juga investasi masa depan bagi sepak bola Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media