Sportainment . 01/06/2025, 19:23 WIB
Penulis : Aries Setianto | Editor : Aries Setianto
fin.co.id - Di tengah gemuruh persaingan MotoGP yang kian ketat, Honda tampaknya sedang merancang langkah besar untuk musim 2025. Sebagai salah satu pabrikan paling berpengaruh di arena balap, Honda kini menjadi pusat perhatian bukan hanya karena sejarah dan performanya, tetapi juga karena pergerakan mereka di bursa pembalap yang mulai tercium publik.
Motor Honda masih menjadi salah satu yang paling diminati di pasar pembalap tahun ini. Dengan daya tarik sebagai tim pabrikan, tidak mengherankan jika kursi di garasi utama mereka menjadi rebutan. Namun, siapa yang akan duduk di sana musim depan? Pertanyaan ini mulai memunculkan sejumlah petunjuk yang menarik untuk disimak.
Johann Zarco, pembalap berpengalaman yang kini membela tim satelit LCR, terang-terangan mengutarakan niatnya untuk naik ke tim pabrikan. Ia mengincar posisi Luca Marini, yang kontraknya akan habis pada akhir musim ini. Namun, keinginan Zarco itu tampaknya belum sejalan dengan arah strategi timnya sendiri.
Lucio Cecchinello, bos tim LCR, justru memberikan sinyal kuat bahwa Zarco akan tetap bersama mereka untuk musim depan. Ini tentu menjadi isyarat penting: promosi Zarco ke tim pabrikan bukanlah prioritas saat ini, setidaknya dari sudut pandang LCR.
Sementara spekulasi soal Zarco belum menemukan kejelasan, Honda diam-diam memantau dua sosok besar yang tengah bersinar di grid MotoGP: Jorge Martin dan Pedro Acosta. Keduanya memang masih terikat kontrak hingga 2026 Martin bersama Aprilia dan Acosta dengan KTM tetapi situasi internal di kedua tim itu membuka peluang negosiasi yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Dengan dukungan finansial yang kuat, Honda berada dalam posisi untuk menawarkan "pelarian elegan" bagi Acosta sebuah langkah yang tidak hanya memberi ruang baru bagi sang pembalap muda, tetapi juga mempertegas ambisi Honda untuk kembali bersaing di papan atas MotoGP.
Di sisi lain, Jorge Martin sedang berada dalam ketidakpastian di Aprilia. Celah inilah yang bisa dimanfaatkan Honda untuk menyodorkan proposal serius. Jika Honda mampu meyakinkan Martin dengan proyek jangka panjang yang solid, bukan tidak mungkin pembalap Spanyol itu bersedia mengambil risiko pindah ke tim Jepang tersebut.
Di tengah berbagai spekulasi ini, nama Luca Marini justru terdorong ke posisi paling rentan. Meskipun saat ini masih menghuni kursi utama tim pabrikan Honda, performanya sejauh ini belum mampu menjawab ekspektasi. Kontraknya memang belum habis, namun sinyal-sinyal yang beredar menunjukkan bahwa Honda mulai berpaling ke arah lain.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media