Bola . 07/06/2025, 06:37 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Portugal dan Spanyol akan bentrok dalam partai final UEFA Nations League yang digelar di Munich pada Minggu malam atau Senin 9 Juni WIB.
Kedua tim raksasa Eropa ini sama-sama membidik gelar kedua mereka di ajang ini, dengan Spanyol yang lebih difavoritkan untuk mempertahankan gelar juara, sementara Portugal bertekad kembali mencatatkan sejarah setelah menjuarai edisi perdana tahun 2019.
Meski tidak diunggulkan, Portugal sukses menembus partai puncak dengan cara yang dramatis.
Tim asuhan Roberto Martinez berhasil menaklukkan tuan rumah Jerman di Allianz Arena pada laga semifinal, bangkit dari ketertinggalan untuk menang berkat gol indah Francisco Conceicao dan penyelesaian klinis Cristiano Ronaldo.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama Portugal atas Jerman dalam 25 tahun terakhir.
Namun perjalanan Portugal menuju final bukan tanpa rintangan. Di perempat final, mereka nyaris tersingkir sebelum Francisco Trincao mencetak gol penyeimbang di akhir laga melawan Denmark, yang akhirnya dimenangkan Portugal di babak tambahan.
Pelatih Roberto Martinez sendiri berada dalam sorotan setelah performa mengecewakan di Euro terakhir, di mana Portugal tersingkir di perempat final oleh Prancis.
Gelar juara Nations League diyakini bisa mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus menjadi bekal penting menjelang babak kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan dimulai September mendatang, dengan grup yang diisi oleh Hungaria, Irlandia, dan Armenia.
Final ini juga akan menjadi ajang pertemuan pertama antara dua bintang besar dari generasi yang berbeda: Cristiano Ronaldo dan wonderkid Spanyol, Lamine Yamal. Usia mereka terpaut 23 tahun.
Menariknya, Yamal belum genap berusia 18 bulan ketika Ronaldo meraih Ballon d’Or pertamanya. Kini, pemain muda Barcelona itu mulai menapaki jejak serupa, apalagi setelah mencetak dua gol dalam kemenangan dramatis 5-4 atas Prancis di semifinal.
Spanyol datang ke final ini dengan kepercayaan diri tinggi. Setelah gagal di final Nations League 2021, mereka bangkit dan menjadi juara 2023 dengan menaklukkan Kroasia.
Di edisi kali ini, La Roja tampil produktif dengan 23 gol dalam sembilan laga. Mereka juga mencetak enam gol ke gawang Belanda di perempat final.
Gaya main Spanyol di bawah pelatih Luis de la Fuente banyak terinspirasi dari Barcelona, dengan permainan menyerang yang atraktif.
Meski sempat lengah dan hampir membuang keunggulan saat melawan Prancis, Spanyol tetap tampil solid dan belum terkalahkan di ajang kompetitif sejak kekalahan dari Skotlandia pada Maret 2023.
Tak heran, Spanyol kini menjadi favorit kuat, tidak hanya untuk laga final, tetapi juga sebagai kandidat juara Piala Dunia mendatang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media