Bola . 16/10/2025, 16:53 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia. Keputusan itu diumumkan pada Kamis 16 Oktober 2025, berikut ini rapor Patrick Kluivert saat melatih Timnas Indonesia.
Kluivert sejatinya memiliki kontrak dua tahun sejak ditunjuk pada Januari lalu menggantikan Shin Tae-yong. Namun, hasil buruk di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia membuat PSSI memutus mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda.
Indonesia harus menelan dua kekalahan beruntun di Grup B putaran keempat. Dalam laga yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, tim Garuda kalah 2-3 dari Arab Saudi pada Kamis WIB dan takluk 0-1 dari Irak pada Minggu WIB.
Kedua hasil tersebut memastikan Indonesia gagal melaju ke babak berikutnya. Kekalahan ini juga memperpanjang tren negatif di bawah asuhan Kluivert yang belum mampu menemukan konsistensi permainan.
Menurut data dari Transfermarkt, rata-rata poin yang diperoleh Kluivert selama menangani Indonesia hanya mencapai 1,25 per pertandingan dari total delapan laga. Catatan itu berasal dari tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.
Rinciannya: 3 Kemenangan, 1 Imbang, 4 Kekalahan
Tiga kemenangan dicatatkan Indonesia saat menghadapi Bahrain dan China di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, serta Taiwan pada laga FIFA Match Day.
Kemenangan atas Bahrain dan China masing-masing berakhir 1-0, dengan Ole Romeny menjadi pencetak gol tunggal di dua laga tersebut. Sementara itu, kemenangan terbesar diraih saat menghadapi Taiwan, dengan skor telak 6-0.
Dalam laga melawan Taiwan, Indonesia tampil agresif lewat gol-gol dari Jordi Amat, Marc Klok, Eliano Reijnders, Ramadhan Sananta, Sandy Walsh, serta satu gol bunuh diri Chao Ming-hsiu. Satu hasil imbang terjadi saat melawan Lebanon dengan skor 0-0 di laga uji coba internasional.
Namun, empat kekalahan yang dialami Kluivert menjadi catatan hitam selama masa kepemimpinannya. Indonesia kalah dari Australia (1-5), Jepang (0-6), Arab Saudi (2-3), dan Irak (0-1). Dari empat laga itu, Indonesia kebobolan total 15 gol dan hanya mencetak tiga gol.
Performa dan Rapor Buruk Kluivert
Kinerja Kluivert bersama Indonesia mendapat banyak sorotan. Strategi yang diterapkan dianggap belum cocok dengan karakter permainan skuad Garuda. Beberapa pemain bahkan terlihat kesulitan beradaptasi dengan pola menyerang cepat yang diusung pelatih berusia 49 tahun itu.
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi puncak dari rapor buruk Kluivert selama sembilan bulan menangani timnas. Hasil ini memperpanjang tren singkatnya dalam melatih tim senior. Sebelum menukangi Indonesia, Kluivert juga hanya bertahan lima bulan di klub Turki, Adana Demirspor, dan lima bulan di timnas Curacao pada periode keduanya.
Rekor terpanjang Kluivert sebagai pelatih terjadi pada periode pertamanya di timnas Curacao pada 2015–2016. Namun masa itu pun hanya berlangsung selama satu tahun tiga bulan.
PSSI Cari Arah Baru untuk Timnas Indonesia
Usai berpisah dengan Kluivert, PSSI disebut akan segera mencari pelatih baru untuk menata ulang strategi timnas Indonesia. Federasi sepak bola nasional itu ingin memastikan program jangka panjang menuju Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia berikutnya tetap berjalan.
Sumber internal PSSI menyebut, evaluasi terhadap staf kepelatihan dan performa pemain juga tengah dilakukan. Fokus utama adalah membangun kembali kepercayaan diri tim setelah serangkaian hasil negatif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media