Bola . 17/10/2025, 11:23 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad menilai keputusan untuk memberhentikan Patrick Kluivert dari jabatan pelatih Timnas Indonesia merupakan langkah yang wajar. Menurutnya, selama berada di bawah arahan Kluivert, performa skuad Garuda tidak memperlihatkan perkembangan yang berarti.
"Saya kira sebuah kewajaran apabila Patrick diharapkan dari kebanyakan masyarakat untuk diganti. Karena kita melihat grafiknya tidak ada kenaikan," ujar Habib Syarief di gedung DPR, Jakarta, Kamis, 16 Oktober.
Ia menambahkan bahwa tidak hanya pada laga final atau saat menghadapi Tiongkok, tetapi dalam beberapa pertandingan lainnya, performa Timnas juga tidak menunjukkan peningkatan.
"Bukan hanya di acara final, waktu lawan China. Beberapa kali juga sama sekali tidak menunjukkan grafik yang naik," sambungnya.
Lebih jauh, Habib membandingkan periode kepelatihan Kluivert dengan era Shin Tae Yong (STY). Ia menilai bahwa ketika Timnas ditangani STY, performa tim justru menunjukkan tren positif.
Menurut Habib, secara hubungan personal, Kluivert semestinya memiliki kedekatan yang lebih baik dengan para pemain dibandingkan STY yang sempat terkendala bahasa. Namun, kedekatan itu tidak berdampak signifikan terhadap kualitas permainan.
"Sementara pada saat Shin Tae Yong, kita melihat adanya grafik kemajuan. Padahal dari sisi chemistry dengan pemain, sebetulnya Kluivert itu lebih dekat. Namun nampaknya kalau menurut saya, beliau belum memiliki yang pertama, model, memberi motivasi kepada pemain yang bagus," lanjut Habib Syarief.
Habib juga menilai Kluivert gagal menciptakan strategi yang efektif untuk menghadapi tim-tim Asia.
"Kemudian yang kedua, dia (Patrick) gagal menghadirkan sebuah pola permainan bagaimana melawan kesebelasan-kesebelasan Asia," imbuhnya.
Selain itu, ia menyoroti minimnya intensitas latihan bersama antara Kluivert dan para pemain.
"Saya walaupun bagaimana tidak bisa melawan arus bagaimana besarnya keinginan masyarakat untuk mengganti Kluivert. Karena ini bukan-bukan persoalan pribadinya, tetapi ini menyangkut persoalan harga diri bangsa," pungkasnya.
(Anisha Aprilia)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media