Sekjen Federasi Sepak Bola Malaysia Disanksi Skor Gegara Dugaan Pemain Naturalisasi Palsu

sport.fin.co.id - 18/10/2025, 10:30 WIB

Sekjen Federasi Sepak Bola Malaysia Disanksi Skor Gegara Dugaan Pemain Naturalisasi Palsu

FAM

fin.co.id - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tengah diterpa badai besar usai mencuatnya skandal naturalisasi tujuh pemain asing yang diduga menggunakan dokumen palsu.

Kasus ini tak hanya menyeret nama-nama pemain, tetapi juga membuat Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Rahman, harus menanggung sanksi skorsing dan membawa konsekuensi berat dari FIFA.

Wakil Presiden FAM, Datuk S. Sivasundaram, menjelaskan bahwa keputusan untuk menangguhkan Noor Azman merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh jajaran kepengurusan FAM.

“Sekretaris jenderal adalah kepala sekretariat, jadi dia telah mengambil tanggung jawab. Agar komite independen dapat melakukan penyelidikan, dia harus menyingkir sementara hingga penyelidikan selesai,” ujar Sivasundaram dalam konferensi pers di Wisma FAM, dikutip dari New Straits Times pada Jumat 17 Oktober 2025.

Ia menambahkan, “FAM memutuskan secara kolektif. Komite independen akan dibentuk dari pihak luar FAM.”

Kasus yang menjadi sorotan publik ini melibatkan tujuh pemain yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano. Mereka diduga memanfaatkan dokumen tidak sah untuk mendapatkan status kewarganegaraan Malaysia.

FIFA kemudian menjatuhkan sanksi tegas. Berdasarkan pelanggaran Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait pemalsuan dokumen, FAM didenda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,2 miliar. Sementara ketujuh pemain tersebut masing-masing dikenai denda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp41,5 juta) dan larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.

Sebagai langkah korektif, FAM membentuk Komite Administrasi dan Tata Kelola Independen yang bertugas meninjau kembali seluruh proses naturalisasi serta menganalisis rantai administrasi internal untuk menemukan potensi kesalahan prosedural.

Dalam pernyataannya, FAM menegaskan bahwa pihaknya tetap berpegang pada hukum Malaysia dalam menjalankan proses naturalisasi.

“FAM akan membentuk komite administrasi dan tata kelola independen untuk mencegah masalah serupa di masa depan dan memastikan kepatuhan terhadap standar tertinggi sepak bola internasional,” ujar Sivasundaram.

Lebih lanjut, FAM telah mengajukan banding resmi kepada FIFA pada 14 Oktober 2025 dan kini menunggu hasil tindak lanjut dari badan sepak bola dunia itu.

“Kami bertanggung jawab kepada publik Malaysia dan berkewajiban membela integritas para pemain, asosiasi, serta negara kami. Kami menghormati proses FIFA dan yakin banding kami akan ditinjau secara komprehensif dan adil,” tegas Sivasundaram.

Skandal ini menjadi salah satu krisis terbesar dalam sejarah FAM. Kini, federasi sepak bola negeri jiran itu menghadapi ujian berat untuk memulihkan citra serta menjaga integritas sepak bola Malaysia di kancah internasional. *


Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca