Bola . 21/10/2025, 16:20 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Pengamat sepak bola nasional, Kesit Handoyo, menilai PSSI harus lebih cermat dalam menentukan pelatih baru untuk timnas Indonesia. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan latar belakang, pengalaman, dan kemampuan pelatih agar sesuai dengan karakter pemain yang mayoritas merupakan naturalisasi dari Eropa, khususnya Belanda.
"Kalau kita lihat, hampir 90 persen pemain timnas sekarang itu naturalisasi, kebanyakan dari Belanda. Jadi, menurut saya lebih pas kalau pelatihnya juga dari Eropa," ujar Kesit saat dihubungi, Selasa, 21 Oktober 2025.
Kesit menilai PSSI sebaiknya tidak mengulang kesalahan dalam memilih pelatih hanya berdasarkan nama besar atau popularitas. Ia mencontohkan pengalaman Patrick Kluivert, yang menurutnya belum cukup matang untuk menangani timnas di level kompetitif tinggi.
"Kalau memang mau pelatih asal Belanda lagi, jangan asal tunjuk. Harus yang sudah terbukti. Kluivert dari awal memang diragukan, karena pengalamannya belum cukup," katanya tegas.
Menurutnya, pelatih baru nanti harus mampu memahami kultur sepak bola Eropa yang melekat kuat pada para pemain naturalisasi. Tanpa kesamaan filosofi, Kesit khawatir tim nasional akan kembali mengalami kesulitan membangun permainan solid.
"Kita butuh pelatih yang ngerti kultur pemain, cara bermain mereka. Kalau tidak, nanti yang terjadi cuma benturan filosofi dan hasilnya tidak akan maksimal," jelasnya.
Sejumlah nama disebut-sebut masuk radar PSSI untuk menggantikan Kluivert. Nama-nama seperti Jesus Casas, Erik ten Hag, hingga Bernardo Tavares santer dibicarakan, namun hingga kini belum ada keputusan resmi dari federasi.
Kesit mengingatkan agar proses seleksi pelatih dilakukan berdasarkan visi jangka panjang. Ia menekankan bahwa arah pengembangan tim nasional harus jelas, termasuk target jangka pendek dan jangka panjangnya.
"PSSI harus tahu dulu arah kita ke mana. Targetnya apa, jangan asal tunjuk karena tekanan publik atau tren," ujarnya.
Kesit juga menegaskan bahwa pelatih asal Eropa yang berpengalaman dan memahami sepak bola modern akan lebih mudah menyatukan filosofi permainan timnas Indonesia. Dengan komposisi skuad yang mayoritas berdarah Eropa, pelatih dari kawasan yang sama diyakini bisa membantu proses adaptasi lebih cepat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media