Bola . 24/10/2025, 17:45 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) kembali menjadi sorotan tajam setelah tetap mengizinkan Israel bertanding di Kualifikasi Piala Dunia 2026, meski negara itu dituduh melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Padahal, Komisi Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru saja menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk genosida.
Namun keputusan FIFA justru berlawanan arah dengan langkah mereka di tahun 2022, saat badan sepak bola dunia itu dengan cepat menjatuhkan sanksi berat kepada Rusia hanya beberapa hari setelah invasi ke Ukraina dimulai.
Langkah ini pun memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, akademisi, hingga tokoh sepak bola dunia.
Meski laporan PBB telah dipublikasikan, tim nasional Israel masih tampil di ajang internasional.
Pada 11 Oktober 2025, mereka melawan Norwegia, dan empat hari kemudian menghadapi Italia di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Tak hanya itu, klub-klub asal Israel juga tetap bermain di berbagai kompetisi UEFA seperti Liga Konferensi dan Liga Europa.
Artinya, tidak ada larangan sama sekali dari FIFA maupun UEFA terhadap keikutsertaan Israel di ajang resmi.
Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar di mata publik.
Mengapa Rusia disanksi cepat, tapi Israel tidak disentuh sama sekali?
Menanggapi desakan larangan terhadap Israel, Presiden FIFA Gianni Infantino memilih bersikap hati-hati.
Ia menyebut situasi tersebut sebagai isu geopolitik yang tidak bisa dicampur dengan sepak bola.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media