Bola . 30/10/2025, 09:30 WIB

Timnas Indonesia Harus Juara Piala AFF Dulu Sebelum Bicara Soal Piala Dunia

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Mantan pemain timnas Indonesia, Atep Rizal, menilai langkah realistis yang perlu dicapai skuad Garuda saat ini adalah menjuarai Piala AFF terlebih dahulu untuk menutup kekecewaan usai gagal melangkah ke Piala Dunia 2026.

Menurutnya, Indonesia perlu fokus pada turnamen regional sebelum melangkah ke level lebih tinggi seperti Piala Asia. “Karena sejak dahulu Indonesia belum pernah juara (Kejuaraan ASEAN), dan itu untuk mengobati kekecewaan. Setelah juara Piala AFF baru Piala Asia, seperti itu,” kata Atep kepada wartawan setelah mengikuti coaching clinic “Media Cup 2025” di Pendekar Goozone Mini Soccer Cibis Park, Jakarta Selatan, Rabu.

Indonesia, yang sudah enam kali mencapai partai final Kejuaraan ASEAN, akan kembali tampil di ajang bergengsi Asia Tenggara itu pada 2026, yang dijadwalkan berlangsung dari akhir Juli hingga akhir Agustus.

Legenda Persib Bandung tersebut optimistis skuad Merah Putih saat ini memiliki kualitas untuk mengangkat trofi Piala AFF untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ia menilai performa timnas menunjukkan kemajuan signifikan selama menjalani perjalanan di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

“Secara kualitas tim kita sudah teruji. Bagaimana kita mampu lolos di ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Tapi, yang paling penting sekarang adalah kita minimal targetkan dahulu Piala AFF,” ujar Atep.

Dalam kesempatan itu, Atep juga menyinggung dua pemain Persib Bandung, Marc Klok dan Beckham Putra, yang sempat mendapat kritik tajam dari publik usai kekalahan Indonesia 2-3 dari Arab Saudi pada laga pertama putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Ia menilai kritik dari suporter sah-sah saja selama bersifat membangun, tetapi tidak seharusnya berubah menjadi perundungan. “Menurut saya jangan sampai mem-bully pemain karena setiap pemain tentunya ingin menampilkan yang terbaik. Dan, pemain juga tidak ujug-ujug ingin bermain. Pastinya ada perintah dari pelatih. Pelatih yang melihat,” tegasnya.

“Kalau pun tidak sesuai harapan, mungkin itu bagian dari sebuah risiko. Tapi, kalau mem-bully, saya tidak setuju. Tapi, kalau mengkritik untuk membangun, sah-sah saja. Jadi, lebih ke membangkitkan semangatnya lagi untuk kembali lagi mentalnya. Kalau mem-bully itu jadi membuat pemain down,” tutup Atep.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com