Bola . 22/11/2025, 11:45 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Persipal Palu menghadapi ujian terberat melawan Barito Putera dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025. Pertandingan sengit ini akan tersaji di Stadion Gawalise, Palu, pada Sabtu, 22 November 2025, pukul 14.30 WIB.
Pertandingan ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga pertaruhan harga diri bagi tuan rumah. Persipal Palu hingga kini masih berjuang mati-matian mencari kemenangan perdana mereka sepanjang musim.
Catatan Persipal Palu di enam pertandingan kandang sangat memprihatinkan: lima hasil imbang dan sekali kekalahan. Rekor ini menempatkan mereka di posisi bawah klasemen sementara Pegadaian Championship. Tampil di hadapan publik sendiri seharusnya menjadi keuntungan, tetapi Persipal Palu justru gagal memanfaatkan Gawalise sebagai benteng yang kokoh.
Tekanan besar kini menghimpit pundak Pelatih Persipal Palu. Situasi ini memaksa tim pelatih diprediksi akan menerapkan strategi menyerang sejak menit awal. Mereka harus memanfaatkan setiap motivasi tambahan dari dukungan penuh suporter setempat.
Kunci utama Persipal Palu untuk meraih angka penuh adalah penampilan konsisten lini depan. Jika lini serang mampu memaksimalkan peluang yang tercipta dan mengubahnya menjadi gol cepat, mereka bisa saja merusak ritme bermain Barito Putera. Kegagalan mencetak gol di menit-menit krusial seringkali menjadi titik lemah Persipal Palu.
Pertandingan sebelumnya menunjukkan betapa sulitnya Persipal Palu meraih kemenangan. Dalam duel kontra Persiba Balikpapan pada 17 November 2025, Persipal Palu sempat unggul melalui gol Risqki Putra Utomo di menit ke-30. Namun, kelengahan di menit akhir menghukum mereka. Takumu Nishihara sukses menyamakan kedudukan pada menit 90+2', memaksa skor berakhir 1-1.
Hasil imbang itu tidak mengubah posisi Persipal Palu di klasemen sementara grup timur Championship. Mereka masih terdampar di peringkat kesembilan, dua tangga dari posisi terbawah. Dengan hanya mengumpulkan 10 poin dari 11 pertandingan—seluruhnya berasal dari enam hasil seri—Persipal Palu jelas kehabisan waktu untuk keluar dari zona merah.
Di kubu tamu, Barito Putera datang ke Palu dengan modal yang jauh lebih positif dan meyakinkan. Tim asal Kalimantan Selatan ini menunjukkan konsistensi luar biasa, mencatat empat laga terakhir tanpa kekalahan, termasuk satu kemenangan penting saat menjalani laga tandang.
Ambisi Barito Putera sangat jelas: mereka ingin mempertahankan posisi di papan atas klasemen dan terus menjaga tren positif. Konsistensi permainan dan efisiensi mereka menjadikan Barito Putera ancaman serius bagi setiap lawan, termasuk Persipal Palu yang sedang terpuruk.
Secara statistik, Barito Putera memiliki keunggulan signifikan dalam hal produktivitas gol dan efisiensi lini tengah. Mereka pandai mengonversi penguasaan bola menjadi peluang berbahaya.
Pemain kunci Barito Putera diprediksi akan menjadi penentu jalannya laga. Mereka lihai dalam memanfaatkan peluang dari serangan balik cepat. Persipal Palu harus sangat waspada, menahan tekanan lawan, dan memanfaatkan setiap peluang emas, karena Barito Putera tidak akan memberi ruang kesalahan.
Pertandingan pekan ke-12 ini sangat krusial, terutama bagi tim-tim papan bawah yang kini terancam degradasi.
Saat ini, empat tim berada dalam pusaran degradasi Liga 2 Championship 2025/2026. Keempat tim tersebut adalah Persekat Tegal, Sriwijaya FC, Persipal Palu, dan PSIS Semarang. Ironisnya, tiga dari empat klub tersebut memiliki pemain berlabel Timnas Indonesia di skuad mereka, menunjukkan bahwa kualitas individu saja tidak cukup untuk menyelamatkan tim dari keterpurukan.
PSIS Semarang menjadi tim degradasi dengan jumlah pemain Timnas Indonesia terbanyak. Namun, Laskar Mahesa Jenar baru meraup 2 poin dari 11 pertandingan di grup timur Championship, dengan rincian nol kemenangan, dua hasil seri, dan sembilan kekalahan. Pemain berlabel Timnas tidak memberikan dampak signifikan di lapangan. PSIS Semarang masih harus beradu sikut dengan Persiku Kudus dan Persipal Palu di tabel klasemen, dengan menyisakan tujuh pertandingan lagi.
Sementara itu, Sriwijaya FC bernasib serupa, duduk di posisi ke-10 dengan hanya 2 poin di grup barat. Dengan tujuh laga tersisa, Sriwijaya FC harus berjuang keras untuk selamat. Mereka harus memastikan menyapu bersih tujuh laga sisa sambil berharap pesaing mereka seperti Persikad Depok dan Persekat Tegal terjungkal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media