Bola . 26/11/2025, 15:22 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Polemik tentang identitas dan arah Manchester United kembali mencuat ke permukaan.
Mantan manajer MU, David Moyes, yang menggantikan Sir Alex Ferguson pada 2013, kembali bersuara lantang mengenai penyebab kegagalannya dan penyebab mengapa hingga kini MU masih kesulitan kembali ke masa kejayaan.
Dalam wawancara yang dilansir Sports Illustrated, Moyes menyebut bahwa Manchester United sudah tidak lagi memegang teguh nilai-nilai penting yang dulu menjadi fondasi klub, terutama yang dibangun oleh Sir Alex Ferguson selama 26 tahun masa kejayaannya.
“MU Bukan Lagi Klub dengan Nilai-Nilai Brilian Itu”
Moyes menjelaskan bahwa di era Ferguson, MU bukan sekadar klub juara, tetapi juga institusi yang berpegang pada kesabaran, kepercayaan terhadap manajer, dan pengembangan pemain muda dari akademi.
“Manchester United memiliki budaya yang hebat. Mereka berpegang teguh pada manajer mereka, mereka membawa pemain-pemain muda dari akademi. Mereka benar-benar memiliki karakteristik terbaik yang Anda inginkan dari klub Anda,” ujar Moyes.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai itu merupakan warisan Ferguson nilai luhur yang membutuhkan waktu, konsistensi, dan komitmen jangka panjang untuk benar-benar membentuk generasi pemain yang kuat.
Namun Moyes menyayangkan bahwa nilai itu runtuh sesaat setelah Sir Alex pensiun.
Moyes: “Saya Tidak Diberi Waktu, dan MU Tidak Lagi Percaya Proses”
Moyes dipecat hanya dalam waktu kurang dari 11 bulan, padahal ia menandatangani kontrak berdurasi enam tahun. Ia mengungkapkan bahwa keputusan itu menggambarkan perubahan drastis dalam cara dewan klub memperlakukan manajer.
“Sejarah Manchester United bukanlah sejarah perubahan cepat. Kesabaran dulu adalah bagian dari DNA klub. Tapi saya tidak mendapatkannya.”
Semenjak Moyes dipecat, faktanya memang membuktikan ucapan tersebut tidak ada satu pun manajer MU setelah Ferguson yang mampu bertahan lebih dari dua musim penuh.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media