Bola . 14/12/2025, 20:34 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Mimpi Timnas Sepak Bola Putri Indonesia untuk melangkah ke final SEA Games Thailand 2025 harus pupus. Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di National Sport University, Chonburi, Minggu, Garuda Pertiwi dipaksa mengakui keunggulan rival bebuyutan mereka, Vietnam, dengan skor telak 0-5. Kekalahan ini menjadi pukulan telak, namun pintu menuju medali perunggu masih terbuka lebar. Laga ini menunjukkan perbedaan kelas yang signifikan, tetapi perjuangan untuk membawa pulang kehormatan bagi Indonesia belum berakhir.
Gempuran gol Vietnam datang bertubi-tubi, menunjukkan dominasi mereka sepanjang pertandingan. Pesta gol Vietnam dibuka oleh Nguyen Thi Bich Thuy (28') melalui titik penalti, dan ia kembali mencetak gol pada menit ke-80. Kemudian, Pham Hai Yen menambah derita Indonesia dengan dua gol cepat (49', 58'). Penderitaan Garuda Pertiwi ditutup oleh gol Huynh Nhu pada menit ke-86. Skor 0-5 ini menjadi pengingat pahit akan tantangan besar yang masih harus dihadapi sepak bola putri Indonesia di kancah Asia Tenggara.
Sejak peluit sepak mula dibunyikan, Vietnam langsung mengambil inisiatif menyerang. Fase awal permainan sepenuhnya menjadi milik Vietnam, yang memaksa para pemain Timnas Indonesia lebih banyak bertahan di area pertahanan mereka sendiri. Tekanan intensif Vietnam menghasilkan beberapa peluang berbahaya, termasuk saat Pham Hai Yen mendapat kesempatan emas berhadapan dengan kiper Iris De Rouw, namun sepakannya masih melebar tipis dari gawang.
Gawang Indonesia akhirnya bobol pada menit ke-28 melalui skema penalti. Tangan Gea Yumanda menyentuh bola di kotak terlarang, memberikan hadiah tendangan 12 pas kepada Vietnam. Nguyen Thi Bich Thuy, yang maju sebagai algojo, sukses menaklukkan kiper De Rouw, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Vietnam. Vietnam tampil semakin percaya diri setelah unggul, meskipun Indonesia sempat mengancam melalui pergerakan lincah Sheva Imut yang melepaskan tembakan, meski tidak tepat sasaran. Keunggulan 1-0 untuk Vietnam bertahan hingga jeda babak pertama.
Memasuki babak kedua, Indonesia sempat memberikan perlawanan dan peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Sheva Imut kembali menjadi motor serangan dan melepaskan tendangan yang sayangnya hanya membentur tiang gawang. Bola pantulnya gagal disambar dengan sempurna oleh Claudia Scheunemann. Sayangnya, kegagalan ini harus dibayar mahal.
Menit ke-48 menjadi momen petaka bagi Indonesia. Kiper De Rouw mencoba menyepak bola penguasaannya, namun bola justru membentur kepala Pham Hai Yen dan masuk ke gawang sendiri. Sebuah gol bunuh diri yang unik, yang membuat skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Vietnam. Insiden ini jelas meruntuhkan moral tim.
Tak lama berselang, Pham Hai Yen mencetak gol keduanya (gol ketiga Vietnam) di menit ke-58. Ia bergerak cepat menyusup ke depan gawang Indonesia, menyambut umpan silang dengan mudah, dan menyambarnya dengan kaki. Skor 3-0 membuat pelatih Indonesia, Akira Higashiyama, harus bertindak cepat. Pada menit ke-61, ia mengganti kiper De Rouw dengan Alleana Ayu Arumy, berharap perubahan ini bisa meredam gempuran Vietnam.
Namun, pergantian kiper tidak mampu membendung dominasi Vietnam. Ayu Arumy juga harus memungut bola dari gawangnya sendiri pada menit ke-80, setelah sundulan Nguyen Bich Thuy melesak masuk dari situasi tendangan sudut. Vietnam kini memimpin 4-0. Pesta gol ditutup oleh Huynh Nhu pada menit ke-86, yang memenangi duel sprint melawan bek Emily Nahon dan menceploskan bola masuk, mengakhiri laga dengan skor 5-0.
Meskipun menelan kekalahan telak di semifinal, Timnas sepak bola putri Indonesia masih memiliki kesempatan untuk membawa pulang medali perunggu dari SEA Games 2025. Pasukan Akira Higashiyama akan menghadapi tim yang kalah dari pertandingan semifinal lainnya, antara Thailand melawan Filipina. Laga perebutan medali perunggu ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu (17/3). Garuda Pertiwi harus segera melupakan kekalahan ini, memperbaiki mental, dan berjuang mati-matian di laga terakhir demi meraih kehormatan bagi Merah Putih.
Pertandingan ini juga menjadi catatan penting bagi susunan pemain Indonesia yang dihuni kombinasi pemain berpengalaman dan muda, termasuk Iris De Rouw, Sheva Imut, Claudia Schneumann, dan Zahra Muzdalifah. Mereka harus segera mengevaluasi kinerja tim demi performa yang lebih baik di perebutan medali perunggu. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media