Bola . 17/12/2025, 07:30 WIB

Kegagalan Timnas U-22 di SEA Games 2025 Dinilai Aneh dan Tak Masuk Akal

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kegagalan Timnas U-22 Indonesia menembus semifinal SEA Games 2025 di Thailand.

Ia menilai performa Garuda Muda sangat jauh dari harapan, terutama setelah menelan kekalahan perdana dari Filipina sepanjang sejarah pertemuan kedua tim di ajang tersebut, serta ketidakmampuan tim menang besar atas Myanmar.

Kondisi ini membuat Sumardji meluapkan keheranannya pada jumpa pers di Jakarta, Selasa 18 Desember 2025..

"Saya sendiri jujur saja, ini tim yang paling sulit, paling susah, dan paling tidak masuk akal ya di SEA Games ini," tegas Sumardji. P

adahal, jika menilik prosesnya, persiapan kali ini dinilai jauh lebih matang karena melibatkan empat laga uji coba internasional melawan India dan Mali, hingga kedatangan tim di Chiang Mai yang lebih awal untuk adaptasi.

Bahkan, operator BRI Super League 2025/2026 secara khusus meliburkan kompetisi demi mendukung ambisi mempertahankan medali emas.

Sumardji pun merasa kualitas individu pemain yang ada saat ini seharusnya mampu berbicara banyak, apalagi dengan bergabungnya beberapa pemain diaspora yang sebelumnya absen.

"Yang saya juga heran, kualitas para pemain yan kita bawa ini luar biasa. yang dulu-dulu dikatakan diaspora tidak ikut serta, sekarang ini ikut (Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, Dion Markx). Kurang apa coba kami mempersiapkan itu semua. Dalam hati dan feeling saya di awal, mestinya baik, paling tidak bisa final," herannya.

Kekalahan ini terasa semakin janggal bagi Sumardji mengingat rekam jejaknya yang biasanya mulus saat memimpin tim di level Asia Tenggara.

Merespons hasil yang dianggapnya sebagai ketidakberuntungan ekstrem, ia menjelaskan, "Makanya ketika hasilnya, menurut saya, keberuntungan menjauh sekali, ini juga bingung saya. Makanya sempat viral saya termenung, saya terkaget-kaget memang, menurut saya aneh. Saya sudah biasa bawa tim, bukan saya mengecilkan, selama ini di Asia Tenggara saya bawa tim lawan Fulipina belum pernah kalah."

Tragedi di Thailand ini menjadi pukulan telak karena mengakhiri tradisi Indonesia yang selalu lolos ke semifinal dalam tujuh edisi terakhir, sekaligus menjadi kegagalan fase grup pertama sejak 2009.

Imbas dari performa buruk tersebut, PSSI mengambil langkah tegas dengan mengakhiri kerja sama dengan Indra Sjafri.

Pemecatan ini tidak hanya melepas jabatannya sebagai pelatih Timnas U-22, tetapi juga memutus kontraknya sebagai bagian dari tim Direktur Teknik di bawah arahan Alexander Zwiers. *

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com