Bola . 20/12/2025, 15:18 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan tidak ingin mengambil keputusan setengah hati dalam menentukan pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Ambisi besar menembus Piala Dunia 2030 membuat federasi memasang kriteria ketat bagi calon nahkoda Skuad Garuda.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Endri Erawan menyampaikan, saat ini federasi tengah mencari pelatih yang bukan hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki pengalaman dan rekam jejak kuat di level internasional.
"Target kita tidak main-main. Kita ingin berusaha lolos ke Piala Dunia 2030. Karena itu, kita harus mencari pelatih yang benar-benar kompeten, punya jejak karier bagus, dan yang paling penting well prepared," tekan Endri.
Menurutnya, PSSI membutuhkan sosok pelatih yang benar-benar total dan berkomitmen penuh untuk sepak bola Indonesia. Salah satu syarat utama adalah kesiapan meluangkan waktu lebih banyak di Tanah Air.
"Target kami, pelatih tersebut harus all out di sini. Artinya, waktunya harus lebih banyak di Indonesia dibanding negaranya sendiri," tegasnya.
Selain komitmen waktu, pengalaman di panggung tertinggi sepak bola dunia juga menjadi pertimbangan utama. PSSI berharap calon pelatih Timnas Indonesia pernah membawa negaranya tampil di Piala Dunia, sehingga mampu menghadirkan standar kerja dan mentalitas kelas dunia.
"Harapannya, pelatih itu pernah meloloskan negaranya ke Piala Dunia dan bersedia tinggal lebih lama di Indonesia. Kalau perlu, pindah dan menetap di sini," kata Endri.
Lebih dari sekadar menangani tim senior, PSSI juga menaruh harapan besar pada kontribusi pelatih asing dalam pengembangan ekosistem sepak bola nasional secara menyeluruh. Pelatih Timnas diharapkan berperan aktif dalam peningkatan kualitas pelatih lokal.
"Pelatih yang dipilih harus bisa berdiskusi, dekat dengan Liga 1 dan Liga 2, serta berkontribusi kepada pelatih-pelatih lokal," jelasnya.
Endri juga menekankan pentingnya keselarasan filosofi permainan antara Timnas dan kompetisi domestik. Dengan visi yang sama, proses adaptasi pemain saat dipanggil ke Timnas diharapkan berjalan lebih mulus.
"Filosofi itu harus ditularkan ke pelatih-pelatih di seluruh Indonesia. Supaya pemain tidak canggung saat dipanggil ke Timnas. Jadi, pelatih liga dan pelatih Timnas harus satu visi," tutup Endri.
Dimas Rafi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media