Bola . 20/12/2025, 15:28 WIB

Target Piala Dunia 2030, PSSI: Pelatih Timnas Harus All Out dan Menetap di Indonesia

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan keseriusannya dalam membangun Tim Nasional Indonesia secara berkelanjutan, dengan sasaran utama menembus Piala Dunia 2030.

Keseriusan tersebut tercermin dari kriteria ketat yang ditetapkan bagi calon pelatih Timnas. Salah satu syarat penting adalah kesiapan untuk mencurahkan sebagian besar waktunya di Indonesia, bahkan melebihi keberadaannya di negara asal.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Endri Erawan, menekankan bahwa target yang dipasang federasi bukan sekadar ambisi kosong, melainkan tujuan besar yang harus dipersiapkan dengan matang sejak dini. Karena itu, PSSI ingin memastikan pelatih yang dipilih benar-benar memiliki kapasitas, pengalaman, serta kesiapan total dalam menjalankan tugas.

"Target kita tidak main-main. Kita ingin berusaha lolos ke 2030, makanya kita harus cari pelatih yang kompeten, punya jejak karier bagus, dan yang terpenting well prepared," kata Endri.

Ia menegaskan, bentuk kesiapan tersebut salah satunya tercermin dari komitmen waktu pelatih untuk berada di Indonesia dalam jangka panjang.

"Target kami, pelatih itu harus all out di sini. Waktu mereka harus lebih banyak di Indonesia daripada di negaranya. Kalau perlu pindah tinggal di Indonesia," tegasnya.

Selain soal komitmen, PSSI juga memandang pengalaman internasional sebagai faktor krusial. Pelatih yang diharapkan adalah sosok yang pernah membawa negaranya lolos ke Piala Dunia atau setidaknya memiliki rekam jejak kuat di level global.

Tak berhenti pada pembinaan Timnas semata, federasi juga menaruh harapan besar agar pelatih asing tersebut berperan aktif dalam pengembangan sepak bola nasional secara menyeluruh.

"Harapan kami, pelatih yang dipilih nanti harus berkontribusi kepada pelatih-pelatih lokal. Dia harus bisa berdiskusi dan dekat dengan Liga 1 dan Liga 2," jelasnya.

Kesamaan filosofi antara Timnas dan kompetisi domestik dinilai penting agar pemain tidak mengalami perbedaan gaya bermain saat masuk ke tim nasional.

"Filosofi pelatih itu harus ditularkan ke pelatih-pelatih di seluruh Indonesia supaya pemain tidak canggung saat dipilih jadi pemain Timnas. Jadi filosofi harus diterapkan agar pelatih liga satu visi dengan pelatih Timnas," pungkas Endri.

Dimas Rafi/Disway

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com