Bola . 23/12/2025, 10:58 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Stadion Gelora Bumi Kartini akan menjadi saksi bisu duel panas antara Persijap Jepara melawan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan pekan ke-15 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang sarat akan kepentingan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa 23 Desember 2025 malam pukul 19.00 WIB dan akan disiarkan langsung secara nasional.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin biasa. Bagi tuan rumah, ini adalah upaya menyambung napas di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sementara bagi tim tamu, laga ini menjadi momentum emas untuk kembali merangsek ke lima besar klasemen sementara. Duel ini diprediksi akan berjalan sengit mengingat sejarah pertemuan kedua tim yang selalu berakhir dengan tensi tinggi.
Persijap Jepara saat ini tengah menelan pil pahit. Klub berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut sedang terjebak dalam periode paling kelam sepanjang musim ini. Mereka mencatatkan rekor buruk dengan menelan lima kekalahan beruntun dalam lima pertandingan terakhir. Rentetan hasil negatif ini membuat posisi Persijap di papan bawah klasemen semakin terancam dan memicu kekhawatiran besar di kalangan suporter.
Namun, angin segar mulai berembus di Bumi Kartini. Manajemen Persijap bergerak cepat melakukan perombakan dengan mendatangkan pelatih berpengalaman, Divaldo Alves. Pelatih asal Portugal tersebut memikul beban berat untuk segera mengangkat mentalitas bertanding para pemain. Kehadiran Divaldo diharapkan mampu memberikan "efek instan" dan perubahan taktik yang lebih segar demi menghentikan tren kekalahan yang memalukan.
Divaldo Alves terkenal sebagai pelatih yang gemar menerapkan disiplin tinggi dan permainan pragmatis namun efektif. Menghadapi PSIM yang memiliki lini tengah kuat, Divaldo kemungkinan besar akan fokus memperkokoh lini pertahanan yang dalam beberapa laga terakhir terlihat sangat rapuh dan mudah ditembus oleh penyerang lawan.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta datang ke Jepara dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi meski baru saja menelan kekalahan. Laskar Mataram saat ini menduduki peringkat ke-6 klasemen sementara dengan raihan 22 poin dari 13 pertandingan. Capaian ini menunjukkan bahwa PSIM merupakan salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di kasta tertinggi musim ini.
Walaupun pada laga terakhir mereka harus menyerah 0-2 di tangan Persija Jakarta, performa anak asuh Seto Nurdiyantoro secara keseluruhan tetap tergolong positif. PSIM memiliki gaya main yang atraktif dengan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Kekalahan dari Persija justru menjadi pelecut semangat bagi skuad PSIM untuk segera menebus poin yang hilang di kandang Persijap.
Keunggulan PSIM terletak pada kolektivitas tim dan ketajaman barisan gelandang mereka dalam memecah kebuntuan. Jika mampu menjaga konsentrasi selama 90 menit, bukan tidak mungkin Laskar Mataram akan pulang dengan membawa tiga poin penuh sekaligus memperpanjang derita tuan rumah.
Rekor Pertemuan: Dominasi Hasil Imbang
Menilik sejarah pertemuan kedua tim, Persijap dan PSIM memiliki rivalitas yang sangat seimbang. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada Desember 2024 lalu saat keduanya masih berlaga di kasta kedua sepak bola Indonesia. Kala itu, pertandingan berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Catatan statistik menunjukkan bahwa tiga dari empat pertemuan terakhir antara Persijap dan PSIM selalu berakhir tanpa pemenang atau skor imbang. Data ini memberikan gambaran bahwa kekuatan kedua tim seringkali setara dan saling mengunci di lini tengah. Namun, dengan kondisi kedua tim yang kini sudah naik kasta ke BRI Super League, dinamika permainan tentu akan jauh berbeda dan lebih terbuka.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Bermain di kandang sendiri, Persijap tentu akan mencoba mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Dukungan penuh dari ribuan suporter di Stadion Gelora Bumi Kartini akan menjadi pemain ke-12 yang sangat berharga bagi Laskar Kalinyamat. Divaldo Alves diprediksi akan menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih agresif guna mencari gol cepat demi meningkatkan kepercayaan diri tim.
Namun, PSIM Yogyakarta bukanlah tim yang mudah panik. Mereka memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dan pengalaman menghadapi tekanan di laga-laga besar. Duel di sektor tengah akan menjadi kunci penentu kemenangan. Siapa pun yang berhasil memenangkan penguasaan bola di area krusial tersebut akan memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan peluang berbahaya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media