Bola . 30/12/2025, 13:18 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Stadion Olimpiade di Rabat, Maroko, bakal menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Tanzania dan Tunisia pada Selasa malam waktu setempat. Kedua tim akan berduel habis-habisan demi memperebutkan tempat kualifikasi otomatis kedua di Grup C Piala Afrika (AFCON).
Pertandingan ini merupakan partai hidup mati bagi Tanzania vs Tunisia yang sama-sama mengincar satu tempat di babak 16 besar. Duel kedua tim akan berlangsung hari Selasa 30 Desember 2025 malam hari WIB.
Tanzania, yang memiliki julukan Taifa Stars, menatap laga ini dengan motivasi tinggi setelah berhasil menahan imbang tetangga mereka, Uganda, dengan skor 1-1. Di sisi lain, Tunisia datang dengan ambisi bangkit usai menelan kekalahan tipis 2-3 dari raksasa Afrika, Nigeria. Duel ini bukan sekadar mengejar poin, melainkan pembuktian gengsi dan sejarah bagi kedua kesebelasan.
Tanzania mengawali kampanye mereka di ajang ini dengan hasil yang kurang memuaskan. Pasukan Hemed Suleiman harus mengakui keunggulan Nigeria dengan skor 2-1 pada laga pembuka. Meski kalah, performa Tanzania mendapatkan pujian karena mampu memberikan perlawanan sengit terhadap tim kaliber dunia sekelas Nigeria.
Kekalahan di laga perdana memaksa Taifa Stars untuk merespons cepat. Hasil imbang melawan Uganda pada laga kedua menjadi modal penting yang menjaga asa mereka tetap hidup. Saat ini, Tanzania menempati posisi ketiga di Grup C dengan raihan satu poin. Meski berada di posisi ketiga, nasib mereka sepenuhnya berada di tangan sendiri.
Jika mampu menjinakkan Tunisia pada hari Selasa nanti, Tanzania akan memastikan tempat di babak 16 besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Afrika. Pelatih Hemed Suleiman menyadari betul beratnya tantangan ini. Ia harus memutar otak untuk mengakhiri tren negatif sembilan pertandingan tanpa kemenangan yang membayangi timnya. Suleiman menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lepas dan tampil habis-habisan sejak menit awal.
Sementara itu, Tunisia atau yang populer dengan julukan Elang Kartago, sebenarnya memiliki catatan performa yang jauh lebih stabil ketimbang lawannya. Kekalahan 3-2 dari Nigeria pada laga terakhir merupakan kekalahan kedua mereka dalam 11 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Selebihnya, Tunisia mencatatkan enam kemenangan dan tiga hasil imbang.
Namun, skor tipis saat melawan Nigeria sedikit menipu fakta di lapangan. Nigeria mendominasi hampir sepanjang laga dan sempat unggul telak 3-0. Tunisia baru bisa memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir pertandingan berkat kebangkitan yang terlambat. Sami Trabelsi, sang juru taktik, menyadari bahwa timnya tidak boleh lagi lengah dan membiarkan lawan mendominasi permainan sejak awal.
Bagi Tunisia, kemenangan adalah harga mati jika ingin memastikan langkah ke fase gugur dengan tenang. Kenangan pahit saat gagal melaju melewati fase grup pada edisi Piala Afrika 2023 masih membekas di benak para pemain dan pendukung. Mereka tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dan berkomitmen untuk menebus kegagalan masa lalu tersebut di stadion Rabat.
Lini Pertahanan Menjadi Kunci
Meskipun menyandang status sebagai tim favorit, Tunisia memiliki titik lemah yang cukup mencolok, yakni lini belakang yang rentan melakukan kesalahan fatal. Data menunjukkan bahwa Elang Kartago hanya mampu mencatatkan satu clean sheet dalam sembilan pertandingan terakhir mereka. Statistik ini tentu menjadi lampu hijau bagi lini serang Tanzania untuk mengeksploitasi celah di pertahanan Tunisia.
Sami Trabelsi harus segera membenahi koordinasi antara lini tengah dan belakang agar tidak mudah ditembus oleh serangan balik cepat Tanzania. Sebaliknya, Tanzania harus mampu memanfaatkan setiap peluang sekecil apa pun yang tercipta. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan dengan tempo tinggi, mengingat kedua tim membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi mereka.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Tanzania kemungkinan besar akan bermain lebih defensif sambil menunggu momentum melakukan serangan balik melalui sisi sayap. Strategi ini terbukti cukup merepotkan Uganda pada laga sebelumnya. Di kubu lawan, Tunisia akan mencoba mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama berbunyi demi mencetak gol cepat untuk meruntuhkan mental lawan.
Kematangan mental akan menjadi faktor penentu di pertandingan krusial ini. Jika Tanzania mampu menjaga fokus selama 90 menit dan Tunisia gagal memperbaiki kerapuhan lini belakang mereka, bukan tidak mungkin sejarah baru akan tercipta untuk publik sepak bola Tanzania. Namun, jika Tunisia mampu menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan besar Afrika, tiket 16 besar kemungkinan besar akan jatuh ke pelukan Elang Kartago.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media