Bola . 27/01/2026, 19:46 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Perjalanan PSBS Biak di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League musim 2025/2026, kian terjal. Berstatus sebagai tim promosi, klub berjuluk Badai Pasifik ini kini tengah berjuang mati-matian menghindari ancaman turun kasta. Serangkaian hasil minor, termasuk kekalahan tipis dari Persib Bandung, membuat mereka kini hanya berjarak tipis dari zona merah.
Dampak Kekalahan dari Persib
Laga melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 25 Januari 2026 lalu menjadi potret perjuangan PSBS Biak. Meskipun kalah 0-1, tim asuhan pelatih anyar ini sempat memberikan perlawanan sengit, bahkan setelah bermain dengan 10 orang sejak menit ke-56 akibat kartu kuning kedua yang diterima kapten Heri Susanto.
Gawang mereka yang dijaga ketat akhirnya bobol juga di menit ke-88 oleh gol tunggal Berguinho. Hasil ini, meski pahit, menunjukkan determinasi tim yang memilih bermain defensif dan solid di tengah tekanan.
Klasemen Kritis dan Zona Merah
Kekalahan tersebut praktis memperburuk posisi PSBS Biak di tabel klasemen sementara. Hingga Selasa (27/1/2026), mereka menempati peringkat ke-15 dari 18 tim yang berlaga.
Posisi ini sangat riskan. PSBS Biak kini tepat berada di bibir zona degradasi. Di bawah mereka, ada Persijap Jepara, Semen Padang, dan Persis Surakarta yang terus mengancam. Dari 18 pertandingan, statistik PSBS Biak memang belum memuaskan: hanya mengemas 4 kemenangan, 4 hasil imbang, dan menelan 10 kekalahan.
Status "Musafir" dan Kendala Internal
Perjuangan PSBS Biak juga dibebani oleh faktor non-teknis. Pada musim ini, mereka tidak dapat bermain di tanah Papua dan terpaksa menyandang status tim musafir. Stadion Maguwoharjo di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipilih sebagai markas sementara.
Kondisi ini disinyalir memengaruhi stabilitas tim. Manajemen klub sebelumnya telah mematok target realistis, yakni bertahan di papan tengah atau finis di posisi 10 besar. Namun, realitas di lapangan jauh dari harapan. Laporan mengenai kendala internal hingga hengkangnya beberapa pemain kunci turut menambah keruh suasana di tubuh Badai Pasifik.
Dengan sisa pertandingan di musim 2026, PSBS Biak dituntut untuk segera berbenah. Konsistensi performa dan fokus penuh menjadi kunci utama bagi mereka untuk menjauh dari ancaman degradasi dan memastikan tetap berlaga di kasta tertinggi musim depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media