fin.co.id - Chelsea dan Raheem Sterling resmi mengakhiri kerja sama mereka melalui kesepakatan bersama, menandai berakhirnya perjalanan sang penyerang sayap di Stamford Bridge setelah tiga setengah musim. Keputusan ini diambil meski kontrak Sterling sejatinya masih menyisakan 18 bulan dengan nilai gaji sekitar £325.000 per pekan. Perpisahan tersebut menjadi solusi yang dinilai menguntungkan kedua belah pihak, baik dari sisi finansial klub maupun kelanjutan karier sang pemain.
Dalam pernyataan resmi klub, Chelsea menyampaikan apresiasi atas kontribusi Sterling selama mengenakan seragam biru London Barat. Klub juga mendoakan yang terbaik bagi sang pemain di fase berikutnya dalam karier profesionalnya. Pernyataan itu menutup babak yang sejak awal diproyeksikan sebagai era penting, namun berujung jauh dari ekspektasi awal.
Akhir Perjalanan Sterling di Stamford Bridge
Raheem Sterling bergabung dengan Chelsea pada musim panas 2022 setelah ditebus dari Manchester City dengan nilai transfer sekitar £47,5 juta. Kedatangannya kala itu dipandang sebagai pernyataan ambisi besar dari pemilik baru klub, Todd Boehly dan Clearlake Capital, yang ingin segera membawa Chelsea kembali bersaing di papan atas Inggris dan Eropa.
Sterling menandatangani kontrak lima tahun dengan status sebagai salah satu pemain bergaji tertinggi di klub. Ia juga merelokasi keluarganya ke London, menandakan komitmen jangka panjang terhadap proyek Chelsea. Namun, dinamika internal klub berubah dengan cepat. Dalam dua musim pertamanya, Sterling harus beradaptasi dengan pergantian pelatih yang silih berganti, mulai dari Thomas Tuchel, Graham Potter, Frank Lampard, hingga Mauricio Pochettino.
Sepanjang periode tersebut, Sterling mencatatkan 81 penampilan di semua kompetisi dan mencetak 19 gol. Meski kontribusinya tidak bisa dibilang minim, performa tim yang inkonsisten membuat Chelsea hanya finis di posisi ke-12 dan kemudian keenam di liga. Situasi itu memperkeruh posisi Sterling di dalam skuad.
Baca Juga
Tersingkir dari Rencana Tim Utama
Masalah Sterling semakin jelas ketika Enzo Maresca ditunjuk sebagai pelatih baru Chelsea. Dalam keputusan tegas, Maresca menilai Sterling tidak masuk dalam rencana tim utama. Sejak Mei 2024, Sterling tidak lagi tampil dalam pertandingan kompetitif bersama Chelsea dan menjalani latihan terpisah bersama kelompok pemain yang kerap disebut sebagai “bomb squad” di pusat latihan Cobham.
Upaya mencari klub baru pada bursa transfer musim panas tidak membuahkan hasil. Sejumlah klub Eropa seperti Juventus dan Bayer Leverkusen sempat menjajaki kemungkinan transfer, sementara wacana kepindahan ke Fulham juga tidak terwujud. Pada akhirnya, Sterling menjalani masa peminjaman ke Arsenal, namun periode tersebut juga berjalan kurang meyakinkan.
Di Arsenal, Sterling hanya mencatatkan 13 kali menjadi starter di semua kompetisi dan mencetak satu gol di ajang Piala Liga. Meski manajer Mikel Arteta kerap memuji pengaruh Sterling di ruang ganti, terutama terhadap pemain muda, minimnya waktu bermain membuat masa depannya kembali dipertanyakan.
Kesepakatan Finansial yang Menguntungkan Chelsea
Kesepakatan pemutusan kontrak secara mutual ini membuat Sterling menerima kompensasi dari Chelsea, namun nilainya lebih rendah dibandingkan total gaji lebih dari £20 juta yang seharusnya ia terima jika bertahan hingga kontraknya berakhir. Dari sudut pandang klub, langkah ini memberikan ruang finansial tambahan dan mengurangi beban gaji yang signifikan.
Baca Juga
Bagi Sterling, keputusan tersebut membuka kebebasan untuk menentukan langkah berikutnya tanpa terikat kontrak. Pemain berusia 31 tahun itu disebut ingin tetap tinggal di London demi stabilitas keluarga, meski ia juga terbuka untuk bermain di luar ibu kota, bahkan di luar Inggris.
Mencari Stabilitas dan Kelanjutan Karier
Dalam analisis kariernya, Sterling menempatkan tiga faktor utama sebagai pertimbangan dalam memilih klub berikutnya, yaitu keamanan, stabilitas keluarga, dan sepak bola. Sejak kembali ke London pada 2022, ia dan keluarganya mengalami dua kali insiden perampokan rumah, yang membuat aspek keamanan menjadi perhatian serius.
Di sisi sepak bola, Sterling masih dipandang sebagai pemain berpengalaman dengan rekam jejak mentereng. Ia telah memenangkan lima gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dan lima Piala Liga, serta mengoleksi 82 caps bersama tim nasional Inggris. Fakta bahwa ia jarang mengalami cedera serius juga menjadi nilai tambah tersendiri.
“Fokus saya sekarang adalah menemukan tempat yang memberi ketenangan di dalam dan di luar lapangan,” menjadi gambaran sikap Sterling sebagaimana dipahami dari lingkaran terdekatnya. Ia ingin memastikan langkah berikutnya tidak kembali diwarnai ketidakpastian seperti yang dialaminya di Chelsea.
Kesimpulan
Perpisahan antara Chelsea dan Raheem Sterling secara mutual mencerminkan realitas keras dunia sepak bola modern, di mana proyek ambisius tidak selalu berjalan seiring dengan stabilitas tim dan individu. Bagi Chelsea, keputusan ini menjadi bagian dari restrukturisasi skuad dan keuangan. Bagi Sterling, ini adalah kesempatan untuk memulai ulang, menambah lembar baru dalam CV yang sudah sarat prestasi.
Dengan usia yang masih kompetitif dan pengalaman di level tertinggi, Sterling masih memiliki peluang besar untuk kembali bersinar. Langkah berikutnya akan menjadi penentu apakah ia mampu menutup fase kariernya dengan stabilitas dan pencapaian baru, setelah episode yang penuh gejolak di Stamford Bridge.
Referensi
Sterling leaves Chelsea by mutual consent – BBC Sport
Raheem Sterling contract details and Chelsea exit explained – BBC Sport
Sterling seeking stability after Chelsea departure – BBC Sport