Bola . 30/01/2026, 13:17 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Kekalahan Real Madrid dari Benfica di laga fase grup Liga Champions menjadi sorotan utama bagi banyak penggemar sepak bola. Tim yang kini diasuh oleh Jose Mourinho, Benfica, berhasil mengalahkan mantan timnya dengan skor 4-2 di Estadio Da Luz. Meskipun demikian, Mourinho menegaskan bahwa satu kekalahan bukanlah akhir dari perjalanan tim Spanyol itu di turnamen bergengsi Eropa ini.
Mourinho, yang pernah memimpin Real Madrid dari 2010 hingga 2013 dan meraih Copa del Rey, La Liga, serta Spanish Super Cup, mengaku bangga bisa menghadapi tim yang pernah ia asuh. "Saya senang pergi ke Madrid dan Milan. Melihat teman-teman selalu menyenangkan," ujarnya setelah pertandingan. Namun, ia juga memberikan apresiasi besar terhadap performa timnya sendiri, menegaskan bahwa kemenangan Benfica layak didapatkan.
Dalam pertandingan tersebut, Kylian Mbappe mencetak dua gol untuk Madrid pada menit ke-29 dan 58. Benfica kemudian membalas melalui dua gol Andreas Schjelderup, satu penalti dari Vangelis Pavlidis, dan gol spektakuler dari kiper Anatoli Trubin pada menit 908 yang memastikan kemenangan tim Portugal. Kemenangan ini mengokohkan posisi Benfica di babak playoff, sementara Madrid harus kembali menata strategi untuk melanjutkan kompetisi.
Mourinho menekankan bahwa meskipun Madrid kalah, timnya masih tetap menjadi kandidat kuat juara Liga Champions. "Real Madrid dan Inter termasuk kandidat besar. Kami bukan, tapi kami bersaing. Kami kalah dari Chelsea, tapi kami bersaing. Kami kalah dari Juventus, tapi kami bersaing. Kami mengalahkan Real Madrid. Sepak bola tetap sepak bola," katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa satu kekalahan bukan ukuran kemampuan tim secara keseluruhan.
Kemenangan ini memiliki makna besar bagi Benfica. Mourinho menyebutkan bahwa prestasi mengalahkan Real Madrid memberikan penghormatan besar bagi klub dan para pemain. "Untuk Benfica, ini adalah prestise luar biasa mengalahkan Real Madrid. Mereka belum pernah bermain melawan Madrid sejak era fantastis mereka di Liga Champions dan final-final sebelumnya. Ini fantastis bagi prestise Benfica dan para pemainnya," tambah Mourinho.
Selain itu, kemenangan ini menjadi bukti pertumbuhan tim Benfica yang dibangun secara kolektif. Mourinho menekankan pentingnya membentuk tim yang solid, karena keberhasilan tidak bisa dicapai secara individu. Menurutnya, filosofi tim yang matang akan menentukan kemampuan bersaing di level Eropa.
Babak playoff Liga Champions dijadwalkan pada 17-18 dan 24-25 Februari 2026, sedangkan pengundian babak 16 besar berlangsung pada 27 Februari. Mourinho dan timnya kemungkinan menghadapi lawan dari peringkat 23 atau 24, sehingga ada peluang pertandingan serupa terjadi kembali, dengan Real Madrid atau Inter bertemu tim-tim seperti Bodo/Glimt atau Benfica.
Beberapa tim sudah memastikan tempat di babak 16 besar, termasuk Arsenal, Bayern, Liverpool, Tottenham, Barcelona, Chelsea, Sporting, dan Manchester City. Mourinho menekankan bahwa setiap pertandingan di babak knockout akan lebih sulit, namun kompetisi tetap membuka peluang bagi tim-tim kuat seperti Real Madrid untuk meraih gelar.
Meskipun Real Madrid terseok-seok di pertandingan fase grup, prediksi Mourinho menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki peluang besar menjadi juara Liga Champions. Kemenangan Benfica lebih memperkuat kepercayaan diri tim Portugal, tetapi pengalaman, kualitas, dan sejarah Madrid tetap menempatkan mereka sebagai salah satu kandidat juara terkuat. Hal ini menegaskan bahwa dalam sepak bola modern, hasil satu pertandingan bukanlah penentu akhir dari peluang tim di turnamen besar.
Referensi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media