Bola . 30/01/2026, 19:12 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Tren positif Persita Tangerang di laga kandang harus terhenti secara dramatis. Meski tampil dominan di awal laga, tim berjuluk "Pendekar Cisadane" dipaksa menyerah dari tim tamu, Persija di Stadion Indomilk Arena dengan skor 0-2 pada Jumat, 30 Januari 2026.
Kekalahan ini menjadi evaluasi pahit bagi pelatih Carlos Pena yang menyoroti efektivitas peluang dan kualitas transisi lawan sebagai faktor penentu hasil akhir.
Persita sejatinya memulai laga dengan intensitas tinggi. Carlos Pena mencatat bahwa anak asuhnya sempat mendapatkan momentum emas di babak pertama. Namun, kegagalan mengonversi peluang tersebut menjadi gol seolah menjadi awal petaka bagi tuan rumah.
"Saya sangat bangga dengan para pemain. Kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan memiliki kesempatan emas dari Raiko yang luar biasa. Sayangnya, bola tidak masuk," ujar Pena dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Kebuntuan Persita justru berbuah bumerang. Sebuah kesalahan di lini belakang dimanfaatkan dengan sempurna oleh Persija untuk mencuri gol pembuka. Memasuki babak kedua, situasi semakin sulit bagi tuan rumah. Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Persita justru kembali bobol melalui skema serangan balik cepat yang mematikan.
Kalah Kualitas Transisi
Pena secara sportif mengakui keunggulan kualitas individu dan kolektivitas lawan, terutama dalam fase transisi. Ia menunjuk nama-nama seperti Alano sebagai motor serangan balik yang sulit dibendung meski Persita unggul dalam jumlah pemain di area pertahanan.
"Anda bisa melihat kualitas mereka saat transisi. Dalam situasi dua lawan lima pun, mereka tetap mampu membuat perbedaan. Terkadang dalam sepak bola, hasil akhir bergantung pada detail kecil dan kedalaman skuad yang didukung oleh anggaran yang kuat," tambah pelatih asal Spanyol tersebut.
Meski menelan kekalahan di depan ribuan pendukungnya sendiri, Pena enggan menyalahkan anak asuhnya. Baginya, strategi dan daya juang yang ditunjukkan pemain sudah maksimal dengan "senjata" yang mereka miliki saat ini. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para fans yang telah memenuhi stadion namun belum bisa merayakan kemenangan.
Menatap Laga Selanjutnya
Kekalahan ini terasa kian menyesakkan mengingat catatan apik Persita yang sebelumnya berhasil menyapu bersih poin penuh saat menjamu tim-tim besar seperti Borneo FC, PSM Makassar, dan PSS Sleman. Namun, Pena menegaskan bahwa tim tidak boleh larut dalam kekecewaan.
"Tiga poin ini sudah hilang dan tidak akan kembali. Kami harus segera bergerak ke depan, memperbaiki diri, dan fokus sepenuhnya pada laga berikutnya," tegasnya menutup sesi konferensi pers.
Atmosfer luar biasa di stadion yang hampir penuh menjadi satu-satunya penghibur bagi skuad Pendekar Cisadane. Pena berharap dukungan militan para suporter tidak surut demi menjaga asa mereka di sisa kompetisi musim.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media