Bola . 13/02/2026, 16:57 WIB

Sepak Bola Indonesia Berduka, Legenda Pengoleksi Gelar Galatama Elly Idris Tutup Usia

Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana  |  Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana

fin.co.id -  Kabar duka menyelimuti jagat sepak bola nasional. Sosok gelandang legendaris sekaligus pelatih berpengalaman, Elly Idris, mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (12/2/2026) dalam usia 63 tahun. Kepergian putra terbaik asal Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara ini, meninggalkan duka mendalam bagi klub yang lama dibelanya, Persita Tangerang, serta sejarah panjang kompetisi Galatama.

Lahir pada 4 November 1962, Elly bukan sekadar pemain biasa. Ia adalah representasi kejayaan sepak bola Indonesia di era 1980-an. Memulai karier profesional di PS Jayakarta, nama Elly meroket saat ia bertransformasi menjadi kolektor trofi di liga semiprofesional pertama di Indonesia, Galatama.

Catatan prestasinya terbilang fenomenal. Ia menjadi bagian krusial saat Yanita Utama mendominasi liga pada musim 1983-1984. Estafet kesuksesannya berlanjut ke Kramayudha Tiga Berlian dengan raihan hat-trick gelar juara (1985–1987), sebelum akhirnya kembali mencetak sejarah serupa bersama Pelita Jaya pada edisi 1988 hingga 1990.

Di level internasional, Elly Idris merupakan pilar penting Tim Nasional Indonesia. Ia menjadi bagian dari skuat Garuda yang mencatatkan tinta emas di Asian Games 1986 Seoul, di mana Indonesia berhasil menembus babak semifinal—sebuah pencapaian yang hingga kini masih menjadi standar tinggi bagi prestasi sepak bola putra di kancah Asia.

Menjelang akhir kariernya, Elly melabuhkan hati di Persita Tangerang hingga gantung sepatu di usia 34 tahun. Namun, cintanya pada sepak bola tak berhenti di lapangan hijau sebagai pemain. Ia merintis karier manajerial dengan membesut Persibom Bolaang Mongondow dan Persitara Jakarta Utara.

Dedikasinya yang paling kental terasa di bangku cadangan "Pendekar Cisadane". Dimulai sebagai asisten pelatih pada musim 2007/2008, Elly kemudian dipercaya menjadi nakhoda utama Persita dalam beberapa periode (2009–2013 dan 2017). Baginya, Persita bukan sekadar klub, melainkan rumah tempat ia mendedikasikan ilmu dan strategi hingga akhir hayatnya.

Kini, sang jenderal lapangan tengah itu telah tiada, namun jejak delapan gelar juara Galatama dan semangat Seoul 1986 akan tetap abadi dalam buku sejarah sepak bola Indonesia. Selamat jalan, Coach Elly.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com