Bola . 23/02/2026, 10:20 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Kemenangan terkadang tidak selalu lahir dari permainan indah. Itulah yang dialami Liverpool saat bertandang ke markas Nottingham Forest di City Ground. Dalam laga yang penuh tekanan dan dominasi tuan rumah, tim asuhan Arne Slot justru pulang membawa tiga poin lewat gol dramatis di menit ke-97.
Pertandingan tersebut nyaris menjadi milik Forest. Sepanjang laga, tim tuan rumah tampil lebih agresif, menekan sejak awal, dan membuat Liverpool kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan pelatih Forest, Vitor Pereira, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya usai pertandingan. Ia menyebut dirinya “marah pada sepak bola”, menggambarkan betapa timnya merasa hasil akhir tidak mencerminkan jalannya laga.
Namun sepak bola sering menghadirkan cerita yang tak terduga. Di saat laga tampak akan berakhir imbang, Alexis Mac Allister muncul sebagai penentu. Golnya di penghujung injury time memastikan kemenangan Liverpool sekaligus menyamakan perolehan poin mereka dengan rival di zona Liga Champions.
Arne Slot tidak berusaha menutupi kenyataan. Dalam konferensi pers usai laga, ia secara jujur mengakui timnya beruntung. Ia menyatakan bahwa performa Liverpool tidak berada pada level terbaik.
“Kami tidak memainkan pertandingan yang bagus. Hasil imbang mungkin akan lebih adil. Kami mendapatkan lebih dari yang pantas kami dapatkan,” ungkap Slot, yang jika diterjemahkan secara bebas mencerminkan pengakuan bahwa keberuntungan akhirnya berpihak pada timnya.
Pernyataan itu terasa kontras dengan sejumlah pertandingan sebelumnya musim ini, ketika Liverpool tampil baik namun gagal meraih hasil maksimal. Kali ini, situasinya terbalik. Permainan tidak mengesankan, tetapi hasil berpihak kepada mereka.
Kemenangan ini menjadi sangat penting dalam konteks persaingan papan atas. Tambahan tiga poin menjaga Liverpool tetap berada dalam perburuan posisi empat besar, sebuah target krusial demi tampil di Liga Champions musim depan.
Di tengah drama kemenangan, satu nama muda mencuri perhatian: Rio Ngumoha. Masuk sebagai pemain pengganti, ia memberi energi baru di lini serang. Pergerakannya merepotkan pertahanan Forest dan bahkan sempat menciptakan peluang yang berujung gol—meski dianulir sebelumnya.
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menyebut kemenangan tersebut sebagai salah satu “perampokan terbesar musim ini” di Liga Premier. Sementara analis BBC, Pat Nevin, menilai Ngumoha memberi dampak lebih besar dibanding Mohamed Salah pada laga itu.
Salah memang tampil di bawah performa terbaiknya. Penyerang asal Mesir tersebut kini telah melewati sembilan laga Liga Premier tanpa gol. Meski kontribusinya dalam kerja tanpa bola meningkat, ketajamannya di depan gawang sedang mengalami penurunan.
Slot sendiri memuji Ngumoha dengan penuh keyakinan. Ia menegaskan bahwa pemain 17 tahun itu memiliki potensi luar biasa. “Untuk bermain sebanyak ini di Liga Premier pada usia 17 tahun menunjukkan betapa besar kepercayaan kami padanya,” ujar Slot.
Namun ia juga mengingatkan bahwa bakat hanyalah awal. Mentalitas dan konsistensi, seperti yang ditunjukkan Mac Allister, menjadi fondasi penting untuk bertahan di level tertinggi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media