Bola . 10/03/2026, 12:03 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Gelandang Manchester City, Rodri, harus menerima sanksi denda besar setelah komentarnya tentang wasit dianggap melanggar aturan disiplin sepak bola Inggris. Federasi Sepak Bola Inggris atau FA menjatuhkan denda sebesar 80.000 pound sterling, setara sekitar Rp1,6 miliar, setelah menilai pernyataan Rodri dapat ditafsirkan meragukan netralitas ofisial pertandingan.
Kasus ini kembali memicu perdebatan tentang batasan kritik pemain terhadap wasit dalam sepak bola profesional. Dalam kompetisi modern yang penuh tekanan dan sorotan media, setiap pernyataan pemain setelah pertandingan sering kali menjadi perhatian serius federasi dan regulator liga.
Kontroversi ini bermula dari komentar Rodri setelah sebuah pertandingan yang berakhir mengecewakan bagi timnya. Dalam wawancara usai laga, pemain tim nasional Spanyol itu mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap situasi pertandingan.
Ia mengatakan bahwa Manchester City telah terlalu sering menang sehingga muncul kesan tidak semua pihak senang melihat mereka kembali meraih kemenangan.
Rodri berkata bahwa ia merasa situasi pertandingan tidak sepenuhnya adil.
"Kami tahu kami sudah terlalu sering menang dan orang-orang tidak ingin kami menang, tetapi wasit harus netral."
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan media Inggris karena dianggap menyiratkan bahwa keputusan wasit tidak sepenuhnya objektif. Dalam konteks kompetisi sepak bola Inggris yang memiliki aturan ketat tentang kritik terhadap ofisial pertandingan, komentar seperti itu dapat dianggap meragukan integritas pengadil lapangan.
Rodri juga menambahkan bahwa hasil pertandingan tersebut membuatnya sangat frustrasi.
"Tidak adil karena kami bekerja sangat keras. Ketika semuanya selesai, Anda merasa frustrasi."
Kalimat tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam proses investigasi yang dilakukan oleh FA.
Setelah meninjau pernyataan Rodri, komisi regulasi FA menyimpulkan bahwa komentarnya melanggar aturan yang melarang pemain mempertanyakan netralitas atau integritas wasit.
Namun komisi tersebut juga menilai bahwa tingkat pelanggaran tidak cukup berat untuk menjatuhkan hukuman larangan bermain. Oleh karena itu, sanksi yang diberikan hanya berupa denda finansial tanpa hukuman tambahan di lapangan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media