Bola . 02/04/2026, 17:24 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, melontarkan kritik pedas terhadap sistem kompetisi BRI Super League 2025/26 yang dinilai terlalu sering terhenti. Keluhan tersebut disampaikan jelang laga pekan ke-26 kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (4/4/2026) mendatang.
Setelah hampir satu bulan "menganggur" karena jeda panjang Super League, Pena merasa ritme bertanding anak asuhnya terganggu. Pelatih asal Spanyol tersebut menyoroti durasi kompetisi yang sangat panjang namun minim pertandingan.
"Ini salah satu masalah di liga ini. Kita menghabiskan 11 bulan hanya untuk 34 pertandingan dengan banyak jeda. Ini bukan cara ideal untuk menjaga kontinuitas dan kebugaran pemain," tegas Carlos Pena, Kamis (2/4/2026).
Meski mengkritik sistem, Pena tak ingin menjadikannya alasan untuk tampil memble di Stadion Gelora Bung Tomo. Untuk menyiasati hilangnya atmosfer kompetisi, Pendekar Cisadane telah menggelar laga uji coba akhir pekan lalu.
Pena memastikan fokus timnya saat ini adalah menjaga level kompetitif agar siap 100 persen menghadapi tekanan suporter tuan rumah, "Bajul Ijo".
"Fokus kami adalah menjaga pemain tetap kompetitif. Kami menggunakan berbagai strategi di sesi latihan agar siap sepenuhnya menghadapi Persebaya," tambahnya.
Motivasi Persita musim ini memang sedang membara. Saat ini, mereka bercokol di posisi kelima klasemen dengan 41 poin, hanya selisih 4 angka dari Malut United FC di peringkat keempat.
Jika berhasil mencuri poin penuh di Surabaya, peluang Persita untuk menembus zona empat besar dan mencatatkan rekor posisi terbaik sepanjang sejarah klub semakin terbuka lebar.
"Kami berada di jalur yang tepat untuk finis di posisi terbaik dalam sejarah Persita. Kami mencetak banyak gol dan bermain konsisten. Sekarang tugas kami adalah mengakhiri musim ini dengan cara yang lebih baik lagi," pungkas eks pelatih Ratchaburi FC tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media