Bola . 27/04/2026, 14:35 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, mengakui bahwa efisiensi di lini depan menjadi persoalan pelik yang tengah melanda skuatnya. Menjelang sisa laga BRI Super League 2025/2026, Pena menegaskan akan fokus memperbaiki akurasi tembakan para pemain "Pendekar Cisadane".
Persita saat ini sedang berada dalam tren negatif setelah menelan empat kekalahan beruntun dengan skor identik 0-1. Meski secara statistik jumlah peluang yang diciptakan meningkat, kegagalan mengonversi peluang menjadi gol membuat Persita tertahan di posisi ke-9 klasemen dengan 41 poin dari 29 laga.
“Sudah jelas apa yang harus kita perbaiki dan tingkatkan. Kita bisa menciptakan banyak peluang, tetapi yang terpenting adalah mengonversi peluang tersebut menjadi gol,” ujar Pena dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Data statistik menunjukkan tren peningkatan serangan Persita dalam empat laga terakhir. Saat melawan Persebaya (pekan ke-26), mereka hanya mencatatkan 1 tembakan tepat sasaran dari 7 percobaan. Jumlah ini meningkat saat melawan Arema FC (4 dari 15) dan Persik Kediri (4 dari 11). Teranyar, saat menjamu Bali United, Persita melepaskan 9 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran, namun tetap gagal berbuah gol.
Pena menyadari bahwa mengasah ketajaman di tengah merosotnya hasil pertandingan bukan perkara mudah, terutama dalam menjaga mentalitas pemain.
“Ini bukan sesuatu yang mudah, terutama menjaga kepercayaan diri pemain. Tapi kami tidak akan menyerah. Kekalahan ini menyakitkan, namun kami segera bekerja untuk laga selanjutnya,” lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.
Misi bangkit Persita akan diuji pada pekan ke-30 saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta di Bantul, DIY, Kamis (30/4/2025).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media