Bola . 14/05/2026, 04:39 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Kembalinya Jose Mourinho sebagai pelatih Real Madrid setelah 13 tahun memunculkan reaksi besar dari publik sepak bola Spanyol. Sebagian fans menyambut antusias sosok yang pernah membawa semangat juang tinggi ke Santiago Bernabeu, namun sebagian lainnya masih menyimpan keraguan akibat kontroversi dan konflik yang terjadi pada periode pertamanya.
Keputusan Presiden Florentino Perez memulangkan Mourinho dianggap sebagai langkah berani di tengah situasi klub yang sedang tidak stabil. Madrid baru saja melewati dua musim tanpa gelar besar, sementara kondisi ruang ganti disebut mengalami keretakan.
Di tengah tekanan tersebut, Mourinho hadir sebagai figur yang dikenal memiliki karakter kuat dan pendekatan keras terhadap pemain. Namun justru gaya itulah yang membuat reaksi fans terbelah.
Mourinho pertama kali menangani Real Madrid pada 2010 hingga 2013. Dalam periode tersebut, ia berhasil mempersembahkan gelar La Liga dan Copa del Rey, sekaligus membawa Madrid menjadi pesaing utama Barcelona yang saat itu mendominasi sepak bola Spanyol.
Meski begitu, era Mourinho juga dipenuhi ketegangan. Hubungannya dengan media, wasit, hingga beberapa pemain senior sering menjadi sorotan. Bahkan Mourinho sendiri pernah menyebut periode pertamanya di Madrid sebagai situasi yang “hampir brutal”.
Menurut laporan BBC, luka dari masa tersebut belum sepenuhnya hilang. Sebagian pendukung Madrid masih mengingat konflik internal yang muncul menjelang akhir masa kepelatihannya.
Situasi itu membuat keputusan membawa kembali Mourinho memunculkan pro dan kontra di kalangan suporter.
Keraguan fans juga dipengaruhi oleh perjalanan karier Mourinho dalam satu dekade terakhir. Statistik menunjukkan pelatih asal Portugal itu belum memenangkan gelar liga domestik selama 11 tahun terakhir.
Ia juga beberapa kali meninggalkan klub dalam situasi kurang baik, termasuk di Manchester United dan Tottenham Hotspur.
BBC menyoroti dokumenter “All or Nothing” milik Tottenham yang memperlihatkan suasana ruang ganti selama Mourinho menangani klub London tersebut. Dalam laporan itu disebutkan bahwa beberapa pemain mulai kehilangan keterlibatan, sementara hubungan di ruang ganti perlahan terpecah.
Mourinho juga dikritik karena kerap menyalahkan pemain secara terbuka setelah kekalahan. Pada akhirnya Tottenham gagal meraih trofi dan klub dianggap meninggalkan proyek yang tidak berkembang.
Catatan tersebut membuat sebagian fans Madrid khawatir situasi serupa bisa kembali terjadi di Bernabeu.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media