Bola . 04/06/2026, 21:24 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id – Skuad Garuda tengah bersiap menghadapi ujian berat untuk membuktikan kualitas mereka di level internasional. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membidik kemenangan pertama anak-anak asuhnya atas Oman dalam 38 tahun terakhir. Momen pembuktian ini akan berlangsung saat kedua tim bersua dalam laga persahabatan FIFA di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.
Juru taktik asal Inggris tersebut menegaskan bahwa rekor buruk masa lalu justru menjadi motivasi besar bagi pasukannya. Beliau berharap para suporter dapat memenuhi seisi SUGBK untuk memberikan suntikan moral dan dukungan penuh sepanjang jalannya pertandingan.
"Kami belum pernah mengalahkan Oman dalam 38 tahun terakhir, dan itulah tantangan kami," kata Herdman pada jumpa pers pra-pertandingan di SUGBK, Kamis, 4 Juni 2026.
Berdasarkan data sejarah yang dikutip dari laman 11v11, performa masa lalu mencatat bahwa Indonesia dan Oman sudah bersua sebanyak enam kali di lapangan hijau. Dari total pertemuan tersebut, tim Garuda baru mengemas kemenangan sebanyak dua kali, yakni pada tahun 1987 dan 1988 dalam ajang King's Cup.
Rincian skor dan data riwayat pertemuan kedua tim meliputi poin-poin berikut:
Laga Persahabatan 2021: Pada bentrokan terakhir, Indonesia yang saat itu masih berada di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah dengan skor 1-3.
Perbedaan kualitas kedua tim juga terlihat cukup mencolok dalam rilis ranking dunia terbaru. Di peringkat FIFA resmi saat ini, Oman bertengger kokoh di posisi ke-79, sementara Indonesia masih tertahan di peringkat ke-122. Namun bagi Herdman, ketimpangan data di atas kertas ini bukanlah alasan untuk berkecil hati.
"Ini bukan sekadar laga persahabatan. Ini kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah pesaing yang serius di AFC," tutur Herdman dengan nada optimistis.
John Herdman menjelaskan bahwa tim kepelatihan akan memanfaatkan duel sengit ini untuk melanjutkan tren positif, sekaligus memperbaiki kelemahan yang masih terlihat. Ia menyoroti performa anak asuhnya dari hasil evaluasi dua pertandingan pertama di ajang FIFA Series 2026 pada akhir Maret lalu.
Berdasarkan catatan tim analisis taktik, terdapat beberapa kekurangan mendasar yang harus segera mendapatkan solusi di atas lapangan:
"Salah satu kekurangannya sangat jelas. Kami tidak menghasilkan cukup banyak tembakan tepat sasaran meski memiliki kontrol permainan yang besar. Kami juga tidak cukup banyak menempatkan pemain di kotak penalti dan belum memiliki kualitas serangan yang memadai di area-area penting," kata Herdman.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media