fin.co.id - Rencana besar Federasi Sepakbola Italia (FIGC) untuk menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih anyar Tim Nasional Italia menghadapi jalan terjal. Sosok berjuluk Il Maestro tersebut kini meragukan peluangnya untuk menerima posisi strategis tersebut akibat badai kontroversi yang menyeret namanya dalam beberapa hari terakhir.
Penunjukan Andrea Pirlo sedianya menjadi prioritas utama setelah kandidat elit lain seperti Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti menolak tawaran melatih Gli Azzurri. Mantan gelandang maestro AC Milan itu menjadi pilihan utama direktur teknik Paolo Maldini, yang notabene merupakan rekan setimnya di masa lalu, untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan.
Posisi kursi pelatih timnas sendiri masih lowong sejak Gennaro Gattuso memilih mundur pada bulan April lalu. Keputusan berat tersebut diambil Gattuso menyusul kegagalan pahit Timnas Italia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Kendati pengumuman resmi dari federasi belum juga meluncur ke publik, rumor penunjukan Pirlo langsung digoyang berbagai kritik tajam. Pangkal masalah bermula dari afiliasi profesional sang pelatih dengan Fonbet, sebuah perusahaan penyedia jasa taruhan yang berasal dari Rusia.
Pirlo menerima penunjukan sebagai duta global untuk perusahaan tersebut, bahkan sempat melakukan kunjungan khusus ke Moskow pada bulan Mei lalu. Situasi semakin memanas ketika serangan opini publik merambat hingga ke ranah politik Italia. Sejumlah pihak menuding Pirlo memberikan dukungan terselubung kepada Rusia yang masih terlibat konflik bersenjata dengan Ukraina sejak invasi pertama pada tahun 2022.
Tudingan miring yang dianggap sudah melampaui batas kewajaran ini akhirnya memaksa sang legenda buka suara untuk membersihkan namanya. Pirlo merilis pernyataan resmi guna meluruskan duduk perkara yang menyeret reputasinya.
Baca Juga
"Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk mengambil pekerjaan sebagai pelatih Timnas Italia," ujar Pirlo membuka klarifikasinya.
"Karena menghormati lembaga-lembaga, Federasi, dan semua orang yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini. Namun, saya merasa sudah sepatutnya saya mengklarifikasi beberapa aspek," sambungnya.
Pirlo menegaskan bahwa sepanjang rekam jejak kariernya, baik ketika masih aktif sebagai pemain bintang maupun saat meniti jalur kepelatihan, dirinya selalu menjunjung tinggi kepatuhan hukum di setiap negara tempat ia mengabdi. Hubungan profesional yang memicu kontroversi tersebut merupakan bagian dari portofolio kerjanya di Uni Emirat Arab yang murni berlandaskan aspek komersial dan olahraga.
"Mengaitkan makna politik pada kerja sama ini berarti mengaitkan tuduhan kepada saya yang tidak pernah saya ungkapkan dan yang tidak saya pegang," tegasnya.
Baca Juga
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Paolo Maldini dan penasihat teknis FIGC, Leonardo Araujo, atas kepercayaan besar yang mereka berikan. Pirlo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa rasa cinta dan nasionalismenya terhadap Italia tidak pernah luntur oleh urusan pekerjaan semata.