Bola . 04/08/2026, 15:48 WIB

Mauricio Pochettino Lanjutkan Proyek Besar Timnas AS Sampai 2030

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Mauricio Pochettino dipastikan akan tetap memimpin Timnas Amerika Serikat hingga 2030 setelah menyepakati kontrak baru dengan Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (U.S. Soccer). Kepastian ini diumumkan U.S. Soccer pada Senin (3/8), sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai masa depan pelatih asal Argentina tersebut setelah Piala Dunia 2026.

Perpanjangan kontrak ini menjadi bukti kepercayaan penuh U.S. Soccer terhadap proyek jangka panjang yang tengah dibangun Pochettino. Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, dan Chelsea itu akan melanjutkan upayanya membawa Timnas AS menjadi salah satu kekuatan yang mampu bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.

CEO sekaligus Sekretaris Jenderal U.S. Soccer, JT Batson, mengatakan Pochettino dan staf pelatih memiliki visi yang sejalan dengan federasi untuk mengembangkan sepak bola Amerika Serikat.

"Mauricio dan stafnya percaya pada masa depan sepak bola di Amerika Serikat dan proyek baru kami memungkinkan kami melanjutkan kemajuan Timnas AS serta momentum yang sedang dibangun U.S. Soccer," kata Batson.

Ia menambahkan bahwa federasi memiliki ambisi besar untuk menjadikan sepak bola semakin berkembang di seluruh negeri sekaligus membangun tim nasional yang mampu bersaing memperebutkan gelar Piala Dunia.

"Kami tahu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai ambisi kami, termasuk bersaing untuk menjuarai Piala Dunia dan menjadikan sepak bola sebagai olahraga yang paling banyak dimainkan di setiap komunitas. Saya sangat senang Mauricio dan tim berkomitmen untuk bekerja sama mewujudkan ambisi tersebut," lanjutnya.

Torehan Positif di Piala Dunia 2026

Kontrak awal Pochettino memang berakhir setelah Piala Dunia 2026. Meski Amerika Serikat gagal melangkah lebih jauh, pencapaian mereka dinilai menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Di bawah asuhan Pochettino, Amerika Serikat berhasil lolos ke babak 16 besar dan mencatat sejumlah rekor baru sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Beberapa pencapaian tersebut antara lain:

  • Mencetak empat gol saat mengalahkan Paraguay pada laga pembuka, menjadi jumlah gol terbanyak Amerika Serikat dalam satu pertandingan Piala Dunia.

  • Meraih lebih dari satu kemenangan di fase grup untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1930.

  • Mengumpulkan enam poin di fase grup, menjadi raihan poin terbaik Amerika Serikat pada putaran final Piala Dunia.

Perjalanan mereka akhirnya terhenti setelah kalah 1-4 dari Belgia di babak 16 besar. Meski hasil tersebut mengecewakan, performa sepanjang turnamen dianggap berhasil membangkitkan optimisme terhadap masa depan tim nasional.

Siap Bangun Generasi Baru

Pochettino menegaskan bahwa dirinya semakin yakin dengan potensi sepak bola Amerika Serikat setelah bekerja bersama federasi selama dua tahun terakhir.

Menurutnya, dukungan besar yang diberikan para suporter selama Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa sepak bola memiliki masa depan cerah di negara tersebut.

"Bekerja bersama U.S. Soccer selama dua tahun terakhir membuat kami melihat bahwa ada potensi luar biasa untuk membuat program tim nasional putra menjadi lebih kuat. Antusiasme yang kami rasakan dari para penggemar sepanjang Piala Dunia semakin memperkuat keyakinan kami terhadap apa yang bisa dicapai di sini," ujar Pochettino.

Ia juga menegaskan bahwa targetnya bukan sekadar meraih hasil di lapangan, tetapi turut membantu membangun sistem pembinaan pemain, pelatih, hingga pengembangan sepak bola secara menyeluruh.

"Kami antusias membawa pengalaman dan pengetahuan kami ke lebih banyak bidang di U.S. Soccer sekaligus membantu memperkuat jalur pengembangan pemain, pelatih, dan tim di seluruh federasi. Kami ingin meninggalkan dampak yang bertahan lama bagi sepak bola di negara yang telah menyambut kami dengan sangat hangat, dan dampak itu harus melampaui hasil pertandingan," tambahnya.

Balogun dan Talenta Muda Jadi Andalan

Perpanjangan kontrak ini juga memberikan kepastian terhadap arah pembangunan skuad Timnas AS.

Pochettino diperkirakan akan terus mengandalkan sejumlah pemain muda yang tampil menjanjikan selama Piala Dunia 2026, seperti Folarin Balogun, Alex Freeman, dan Malik Tillman.

Selain mempertahankan pemain-pemain tersebut sebagai tulang punggung tim, ia juga berencana mengintegrasikan lebih banyak talenta muda agar Amerika Serikat memiliki kedalaman skuad yang semakin kompetitif menjelang Piala Dunia 2030.

Fokus ke Concacaf Nations League dan Gold Cup

Setelah Piala Dunia 2026, Timnas Amerika Serikat akan langsung memasuki siklus kompetisi berikutnya.

Agenda terdekat mereka adalah Concacaf Nations League 2026-2027 yang akan dimulai pada September. Setelah itu, Amerika Serikat juga dijadwalkan mengikuti Concacaf Gold Cup 2027 sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2030.

Dengan kontrak yang kini berlaku hingga 2030, Pochettino memiliki waktu yang lebih panjang untuk membangun fondasi tim, mengembangkan generasi baru pemain, serta mewujudkan target besar U.S. Soccer agar mampu bersaing dengan negara-negara elite sepak bola dunia pada Piala Dunia mendatang.

Referensi

  • FIFA. Pochettino to remain USA coach through 2030.

  • U.S. Soccer. U.S. Soccer Federation and Mauricio Pochettino Agree to New Contract Through 2030.

  • Reuters. US Men's Coach Pochettino Agrees New Contract Through 2030 World Cup.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com