Bola

Diperkuat 10 Pemain Diaspora, Timnas Indonesia Tetap Gagal di ASEAN Championship 2026

Diperkuat 9 pemain diaspora dan Marc Klok, Timnas Indonesia tetap gagal di Piala AFF 2026. Simak ulasan evaluasi total di sini!

Diperkuat 10 Pemain Diaspora, Timnas Indonesia Tetap Gagal di ASEAN Championship 2026
Diperkuat 9 Pemain Diaspora, Timnas Indonesia Tetap Gagal di ASEAN Championship 2026

fin.co.id - Kegagalan kembali menghantam skuad Garuda di panggung sepak bola Asia Tenggara. Timnas Indonesia harus mengubur impian melangkah ke babak semifinal ASEAN Championship 2026 setelah kembali tersingkir secara menyedihkan di fase penyisihan grup.

Ironisnya, hasil buruk ini tercipta meskipun skuad Timnas Indonesia dengan kekuatan penuh. PSSI dan jajaran pelatih menurunkan materi pemain yang sangat mentereng, termasuk mengandalkan sembilan pemain berstatus diaspora yang berkarier di luar negeri, serta memanggil gelandang berpengalaman Marc Klok.

Dalam ajang Piala AFF 2026, John Herdman memasukkan sembilan pemain diaspora seperti Thom Haye, Jordi Amat, Eliano Reijnders, Tim Gaypens, Ragnar Oratmangoen, Ivar Jenner, Michel Bakker, Syane Pattynama, Sandy Walsh, dan Jens Raven,  Namun ternyata gagal memenuhi ekspektasi tinggi publik sepak bola tanah air. Alih-alih mendominasi jalannya turnamen, lini permainan Garuda justru tampil antiklimaks dan gagal melewati adangan fase grup.

Rapor Merah Perjalanan Garuda di Grup A

Perjalanan Timnas Indonesia sepanjang turnamen sebenarnya sempat memunculkan secercah harapan pada laga perdana. Skuad asuhan John Herdman tampil beringas dan sukses memetik kemenangan besar saat menghadapi Kamboja dan Timor Leste.

Namun, inkonsistensi performa langsung terlihat nyata ketika Garuda menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas sepadan. Pada laga krusial berikutnya, Indonesia harus menanggung malu usai takluk telak tiga gol tanpa balas dari Vietnam.

Situasi semakin memburuk pada partai penentu melawan Singapura. Membutuhkan kemenangan mutlak, Indonesia justru hanya mampu bermain imbang 1-1 hingga peluit panjang berbunyi. Akumulasi hasil minor tersebut membuktikan bahwa kualitas individu pemain bintang belum mampu bertransformasi menjadi sebuah sistem permainan tim yang solid dan padu di atas lapangan.

Pertanyaan Besar Terhadap Strategi John Herdman

Sorotan tajam kini langsung mengarah kepada pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman. Keputusan taktis dan pendekatan strategi sang juru taktik asal Inggris tersebut menuai banyak kritik pedas dari para pengamat maupun suporter setia.

Sepanjang turnamen berlangsung, permainan Timnas Indonesia terlihat sangat minim variasi serangan. Pola permainan skuad Garuda terkesan monoton dan terlalu mudah dibaca oleh lawan ketika skema andalan utama mereka berhasil dipatahkan.

Selain itu, keputusan pergantian pemain yang dilakukan Herdman di atas lapangan kerap terlambat dan gagal memberikan dampak signifikan bagi jalannya pertandingan. Ketika tim mengalami jalan buntu, solusi taktis alternatif yang dihadirkan di pinggir lapangan terlihat sangat terbatas.

Berita Terkait