Bola

Absen Lawan Bangladesh, Ini Pembelaan John Herdman atas Kartu Merah Thom Haye

Timnas Indonesia wajib pesta gol atas Bangladesh di SUGBK demi tiket final FIFA ASEAN Cup 2026. John Herdman siapkan taktik khusus tanpa Thom Haye

Absen Lawan Bangladesh, Ini Pembelaan John Herdman atas Kartu Merah Thom Haye
Absen Lawan Bangladesh, Ini Pembelaan John Herdman atas Kartu Merah Thom Haye

fin.co.id -- Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan kesiapan penuh skuad Garuda jelang laga pamungkas Grup A ajang FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Bangladesh. Pertandingan krusial ini akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026) pukul 19.30 WIB.

Juru taktik tersebut memastikan seluruh anak asuhnya berada dalam kondisi fisik prima dan siap tempur demi mengamankan tiket ke partai puncak.

"Mereka terlihat sangat fokus malam ini. Kami tidak memiliki masalah cedera atau keluhan apa pun yang menghalangi pemain untuk berlatih," tegas Herdman di hadapan wartawan.

Kendati demikian, skuad Garuda harus berjuang tanpa kehadiran gelandang andalan, Thom Haye. Sang pemain terpaksa absen karena harus menjalani sanksi larangan bertanding akibat kartu merah langsung dari wasit Ko Hyung Jin saat Indonesia menghadapi Malaysia.

Banyak pihak menilai pengusiran Haye pada menit ke-37, usai melanggar winger Malaysia Arif Aiman, menjadi faktor utama kegagalan Indonesia memetik kemenangan dalam laga derbi serumpun tersebut.

Pembelaan Herdman untuk Thom Haye

Menanggapi insiden kartu merah tersebut, John Herdman pasang badan membela anak asuhnya. Ia menilai tekel yang Haye lakukan murni sebagai bentuk pelanggaran teknis (technical foul) guna menghentikan serangan berbahaya, bukan bertujuan mencederai lawan.

"Sulit. Maksud saya, Tom sangat bersemangat. Dia orang yang penuh gairah, dan pada akhirnya dia melakukan pelanggaran teknis. Kita tahu lawan memiliki pemain sayap yang sangat berkualitas, dan di momen-momen seperti itu Anda harus melakukan pelanggaran teknis," terang Herdman.

Herdman juga menyoroti peran Video Assistant Referee (VAR) yang membuat insiden itu terlihat jauh lebih brutal dari kejadian aslinya. Tayangan ulang yang diputar lambat secara berulang kali kerap memberikan ilusi visual yang memberatkan pemain.

"Kaki dia hanya sedikit terlalu tinggi. Sekali lagi, ketika masalah ini masuk ke VAR, video diputar ulang, dihentikan, diputar ulang, dan dihentikan lagi, itu selalu terlihat lebih buruk dari yang sebenarnya. Tidak ada niat sama sekali dari Tom untuk menyakiti pemain lawan," belanya.

Siapkan Taktik Khusus demi Pesta Gol

Berita Terkait