Bola

Cristiano Ronaldo Pergi Penuh Amarah, Lionel Messi Sambut Perpisahan Ideal

Ironi dunia sepak bola: Cristiano Ronaldo tinggalkan Timnas Portugal penuh amarah, sementara Lionel Messi sambut perpisahan ideal di Argentina.

Cristiano Ronaldo Pergi Penuh Amarah, Lionel Messi Sambut Perpisahan Ideal
Cristiano Ronaldo Pergi Penuh Amarah, Lionel Messi Sambut Perpisahan Ideal

fin.co.id - Pekan ini menyajikan sebuah ironi besar dalam dunia sepak bola internasional. Takdir mempertemukan momen perpisahan dua megabintang sekaligus rival abadi, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, dengan cara yang sangat bertolak belakang.

Cristiano Ronaldo mengambil keputusan mengejutkan dengan meninggalkan kamp latihan Timnas Portugal. Keputusan tersebut menyusul konfirmasi pelatih Jorge Jesus yang menyatakan bahwa sang kapten tidak akan tampil sebagai starter menghadapi Denmark pada laga ketiga UEFA Nations League.

Prahara ini bermula dari kekecewaan mendalam Ronaldo saat melawat ke markas Norwegia. Ia langsung menuju ruang ganti tanpa menyapa suporter usai kemenangan 2-1, lalu memboikot sesi latihan selama tiga hari berturut-turut sebagai bentuk protes karena hanya menghuni bangku cadangan.

Surat kabar Portugal, O Jogo, melaporkan bahwa pemain berusia 41 tahun tersebut telah membulatkan tekad untuk pensiun dini dari kancah internasional. Kepergian penuh ketegangan ini sekaligus mengakhiri catatan fantastis 234 penampilan dan 146 gol, lengkap dengan trofi Euro 2016 serta dua gelar UEFA Nations League yang ia persembahkan bagi Selecao das Quinas.

Perpisahan Sempurna Menanti Lionel Messi

Berbeda jauh dengan drama panas yang melibatkan Ronaldo di Eropa, sang rival abadi, Lionel Messi, justru menyongsong momen perpisahan yang ideal di belahan bumi Amerika.

Messi sebelumnya telah mengumumkan gantung sepatu dari Timnas Argentina pada 31 Agustus lalu. Ia sebenarnya sudah merampungkan draf surat pensiun sejak 21 Juli, namun terpaksa menunda publikasinya akibat sang ayah berpulang pada 8 Agustus.

Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyambut keputusan tersebut dengan memberikan penghormatan tertinggi. Presiden AFA, Claudio Tapia, secara khusus mengundang Messi tampil dalam laga perisai bertajuk "Tango Terakhir" menghadapi Benin pada 6 Oktober mendatang, sekaligus memanggil seluruh skuad juara Piala Dunia 2022 untuk mendampingi sang kapten.

Pemain berjuluk La Pulga yang kini berusia 39 tahun itu menutup lembaran karier internasionalnya dengan torehan gemilang: 207 penampilan, 125 gol, dua gelar Copa America, serta trofi Piala Dunia yang melengkapi status legendarisnya.

Kini, dunia sepak bola menyaksikan dua ujung nasib yang kontras. Messi bersiap menerima tepuk tangan meriah dalam laga perpisahan legendaris di Buenos Aires, sementara Ronaldo justru memilih menutup lembaran bersama Portugal di tengah pusaran kontroversi dan amarah.

Berita Terkait