Balap . 09/10/2026, 13:56 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Meski demikian, Vinales belum memastikan langkah berikutnya. Pembalap yang telah meraih 10 kemenangan Grand Prix MotoGP itu menegaskan bahwa prioritas utamanya masih berkompetisi sebagai pembalap, bukan menjalani pekerjaan sebagai penguji motor.
Rumor mengenai kemungkinan Vinales bergabung dengan Ducati mencuat setelah muncul kabar tentang pertemuan antara pihak pembalap dan manajemen pabrikan Italia tersebut di Grand Prix Jepang. Kabar pertemuan itu sebelumnya dilaporkan oleh The Race, tetapi belum ada konfirmasi resmi bahwa keduanya telah mencapai kesepakatan untuk musim 2027.
Ducati berpotensi menjadi salah satu pilihan bagi Vinales apabila ia tidak mendapatkan kursi sebagai pembalap reguler pada musim mendatang. Situasi tersebut menjadi semakin penting karena seluruh tempat di grid MotoGP 2027, menurut laporan Crash.net, telah terisi, dengan Honda masih mempertimbangkan David Alonso atau Diogo Moreira untuk mendampingi Fabio Quartararo di tim pabrikan.
Vinales kehilangan kepastian mengenai masa depannya bersama KTM setelah terjadi perselisihan terkait kontrak untuk musim 2027. Kondisi tersebut membuatnya harus mempertimbangkan alternatif lain untuk melanjutkan kariernya di dunia balap motor.
Selain MotoGP, World Superbike juga menjadi salah satu kemungkinan yang dapat dipertimbangkan. Namun, menurut laporan yang sama, sebagian besar kursi di kejuaraan tersebut juga telah memiliki kandidat atau pembalap yang akan mengisinya.
Situasi ini membuat peluang bergabung dengan Ducati sebagai test rider menjadi salah satu opsi yang menarik untuk diperhatikan, meskipun belum tentu sesuai dengan keinginan Vinales sendiri.
Ducati saat ini memiliki Michele Pirro sebagai test rider, sementara Nicolo Bulega juga tercatat dalam susunan penguji pabrikan tersebut. Namun, Bulega dijadwalkan membalap bersama tim VR46 pada 2027 setelah meraih gelar World Superbike musim ini.
Pirro telah lama berperan dalam pengembangan motor Ducati. Akan tetapi, usianya yang telah mencapai 40 tahun membuat kebutuhan terhadap pembalap penguji dengan kondisi fisik yang siap untuk menghadapi tuntutan balap menjadi salah satu pertimbangan.
Dalam situasi tersebut, Vinales memiliki modal berupa pengalaman mengendarai berbagai motor MotoGP. Sepanjang kariernya, ia pernah memperkuat Suzuki, Yamaha, Aprilia, dan KTM.
Pengalaman lintas pabrikan itu dapat menjadi nilai tambah bagi Ducati dalam mengembangkan motor untuk menghadapi perubahan regulasi MotoGP 2027. Masukan dari pembalap yang memahami karakter berbagai motor dapat membantu tim mengevaluasi performa, keseimbangan, dan respons mesin dalam kondisi pengujian.
Meski demikian, peran test rider pada 2027 tidak akan memberikan kesempatan wildcard untuk tampil dalam balapan, menyusul perubahan regulasi yang disebutkan dalam laporan Crash.net. Vinales masih berpotensi menjadi pengganti pembalap utama jika ada yang mengalami cedera, tetapi kesempatan tersebut berbeda dari status pembalap reguler.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media