Rizky Ridho Kecam Penyerangan Bus EPA Persib: Tidak Ada Tempat untuk Kekerasan!
Bek Timnas Indonesia sekaligus pilar utama Persija Jakarta, Rizky Ridho
fin.co.id - Bek Timnas Indonesia sekaligus pilar utama Persija Jakarta, Rizky Ridho, menyayangkan aksi kekerasan dan penyerangan terhadap bus rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung. Insiden penyerangan tersebut terjadi di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Berdasarkan laporan, sekelompok oknum suporter Persija yang sedang bertolak dari Yogyakarta menghadang dan menyerang rombongan EPA Persib. Aksi brutal tersebut memakan korban luka fisik serta menyebabkan kerugian material yang signifikan.
Reaksi Keras Rizky Ridho di Media Sosial
Melalui unggahan di Instagram Story miliknya, Rizky Ridho mengecam keras aksi anarkistis tersebut. Pemain lini belakang Macan Kemayoran ini menegaskan bahwa aksi kekerasan sangat tidak pantas menimpa para pemain muda yang sedang meniti karier.
"Sangat menyayangkan tindakan kekerasan yang menimpa pemain EPA Persib Bandung. Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam sepak bola, apalagi terhadap pemain muda yang sedang berjuang mengejar mimpinya. Stop kekerasan dalam sepak bola!" tulis Rizky Ridho.
Baca Juga
Ofisial Jadi Korban Penjarahan dan Penganiayaan
Insiden penyerangan tersebut menimpa Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat, Pandu Persada, serta Ridwan dari Akademi Persib. Selain mengalami kekerasan fisik, rombongan tim EPA Persib turut menjadi korban penjarahan. Oknum pelaku merampas serta melarikan sejumlah koper berisi perlengkapan operasional dan akomodasi tim.
Baca Juga
Pihak manajemen Persib Bandung mengutuk keras kejadian ini dan mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi kriminal tersebut melalui jalur hukum.
"Segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, kejadian ini perlu ditangani secara serius, objektif, dan melalui jalur hukum agar fakta dapat diungkap serta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku," tegas pernyataan resmi manajemen Persib.