Lisandro Martinez Klarifikasi Sentilan Pedas ke Manajemen MU: Murni Karena Ambisi Menang
Lisandro Martinez berikan klarifikasi usai kritik petinggi Manchester United pascakalah dari Atletico. Mengaku terpicu emosi dan frustrasi!
fin.co.id - Bek tengah Manchester United, Lisandro Martinez, meluruskan pernyataan pedas yang sempat ia lontarkan pascakekalahan The Red Devils dari Atletico Madrid pada matchday kedua Liga Champions. Pemain asal Argentina tersebut mengaku melontarkan kritik keras lantaran diselimuti rasa marah dan frustrasi atas hasil buruk yang diraih timnya.
Manchester United harus mengakui keunggulan Atletico Madrid usai takluk 0-2 di Estadio Metropolitano, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Hasil negatif ini kian memperpanjang tren buruk skuad asuhan Michael Carrick pada awal musim 2026/2027. Dari sembilan pertandingan di seluruh kompetisi, Manchester United baru membukukan dua kemenangan dan telah menelan empat kekalahan.
Sesaat setelah laga usai, Lisandro secara terbuka menyemprot manajemen klub. Ia menilai petinggi Manchester United kurang memberikan dukungan maksimal di bursa transfer guna membentuk skuad yang kompetitif di panggung internasional.
Pernyataan menohok tersebut mendadak memicu polemik di internal tim. Sejumlah pakar dan mantan pemain menilai komentar Lisandro dapat memperkeruh suasana serta terkesan mendiskreditkan rekan-rekan setimnya.
Merespons polemik yang berkembang, Lisandro merilis pernyataan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya selang 24 jam kemudian. Meskipun tidak menyampaikan kata maaf secara terbuka, ia menegaskan bahwa kritiknya lahir murni dari ambisinya untuk melihat Manchester United bangkit dan meraih trofi.
"Setelah pertandingan, saya bicara karena marah dan frustrasi tidak mendapat hasil sesuai yang kami semua inginkan," tulis Lisandro seperti mengutip dari Sky Sports.
Baca Juga
"Mereka yang kenal saya tahu bagaimana saya menjalani sepak bola, dengan gairah, komitmen, dan keinginan besar untuk menang. Ketika semua tidak berjalan sesuai harapan, itu sangat menyakitkan, khususnya saat membela klub dengan sejarah dan reputasi sebesar Manchester United," lanjutnya.
Lisandro menambahkan bahwa dirinya memegang standar tinggi setiap kali mengusung panji The Red Devils di lapangan hijau.
"Kata-kata saya mencerminkan apa yang saya rasakan dan betapa saya ingin melihat klub ini kembali bersaing memperebutkan gelar-gelar terbesar. Standar tinggi itu merupakan bagian dari pandangan saya terhadap sepak bola serta bentuk tanggung jawab saat mengenakan jersey ini," tegasnya.