Sportainment . 18/10/2026, 08:09 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Lionel Messi kembali mendapat penghormatan unik yang tak biasa. Kali ini, bukan trofi atau penghargaan sepak bola yang mengabadikan namanya, melainkan dunia sains.
Para peneliti menemukan spesies tumbuhan berbunga baru di Pegunungan Andes, Peru, dan menamainya Salvia messii sebagai bentuk penghormatan kepada megabintang asal Argentina tersebut.
Mengutip The Athletic, Salvia messii merupakan spesies tumbuhan berbunga yang tumbuh di kawasan Pegunungan Andes, Peru. Tanaman ini memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan mampu bertahan hidup di lingkungan yang cukup ekstrem, yakni lereng berbatu dengan kondisi kering.
Para peneliti menemukan tumbuhan tersebut pada ketinggian 2.000 hingga 2.400 meter di atas permukaan laut. Lokasi tumbuhnya yang spesifik membuat spesies ini memiliki karakteristik habitat yang cukup terbatas.
Nama Salvia messii juga bukan sekadar pilihan unik untuk menarik perhatian publik. Penamaan tersebut mengikuti kaidah internasional tata nama botani yang menggunakan bahasa Latin untuk memberikan nama ilmiah kepada tumbuhan.
Dalam aturan tersebut, penambahan huruf i di akhir nama menunjukkan penghormatan kepada seseorang. Karena itu, nama messii merujuk langsung kepada Lionel Messi, sosok yang dikenal luas berkat prestasinya bersama Argentina dan klub Inter Miami.
Salah satu hal yang membuat Salvia messii menarik adalah penampilan bunganya. Tanaman ini menghasilkan bunga berwarna biru muda dan putih, kombinasi warna yang menyerupai seragam tim nasional Argentina.
Meski begitu, daya tarik Salvia messii tidak hanya terletak pada nama dan warna bunganya. Kemampuannya bertahan di lereng berbatu dan kering pada ketinggian ribuan meter juga menjadi karakteristik penting dari spesies ini.
Tanaman tersebut termasuk dalam keluarga Lamiaceae, kelompok tumbuhan yang juga dikenal sebagai keluarga mint. Peneliti mengidentifikasi spesies ini melalui penelitian yang melibatkan sejumlah ilmuwan dari Peru dan Argentina.
Penelitian tersebut dipimpin oleh Paúl Gonzáles dari Museum Sejarah Alam Universitas Nasional Mayor San Marcos di Peru. Ia bekerja bersama peneliti independen asal Argentina, Rolando Uría, serta biolog Jean Capcha-Ramos dari Huarango Nature.
Di balik nama yang menarik perhatian, Salvia messii menghadapi persoalan serius. Para peneliti mengategorikan tumbuhan ini sebagai spesies yang terancam punah.
Salah satu penyebab utamanya adalah persebaran yang terbatas. Spesies dengan wilayah persebaran sempit berpotensi menghadapi risiko lebih besar ketika kondisi habitatnya berubah atau mengalami kerusakan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media