Balap . 28/10/2026, 12:43 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Max Verstappen masih harus menghadapi persoalan start yang menghambat performanya bersama Red Bull di Formula 1 2026. Meski performa mobilnya mulai membaik dan mampu bersaing di barisan depan, kelemahan saat memulai balapan belum sepenuhnya teratasi. Bahkan, perbaikan menyeluruh terhadap masalah tersebut kemungkinan baru bisa diterapkan pada musim 2027.
Masalah itu kembali terlihat pada Grand Prix Amerika Serikat di Austin. Verstappen dan rekan setimnya, Isack Hadjar, sama-sama kehilangan posisi pada putaran pertama setelah gagal melakukan start dengan baik. Verstappen yang memulai balapan dari posisi depan harus kehilangan tempat dari pembalap Ferrari, Charles Leclerc, saat melewati rangkaian tikungan awal.
Hadjar mengalami situasi serupa. Start yang kurang optimal membuatnya kehilangan posisi dari kedua mobil Ferrari, meskipun sebelumnya ia menempati posisi ketiga di grid. Kedua pembalap Red Bull tersebut akhirnya tetap mampu menyelesaikan balapan dengan hasil cukup kompetitif. Verstappen finis ketiga, sedangkan Hadjar menempati posisi kelima.
Namun, hasil tersebut tidak menghilangkan persoalan mendasar yang masih menghantui Red Bull. Ketika persaingan di barisan depan semakin ketat, kehilangan posisi pada awal balapan dapat membuat strategi tim menjadi lebih sulit. Verstappen harus berusaha merebut kembali posisi yang hilang, sementara rivalnya berpeluang membangun keunggulan sejak lap pertama.
Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, mengakui bahwa persoalan start mobil mereka lebih rumit dibandingkan masalah komunikasi radio yang juga mengganggu tim dalam beberapa balapan terakhir.
Menurut Mekies, performa start tidak hanya bergantung pada satu komponen. Persoalan tersebut melibatkan sejumlah bagian penting mobil, mulai dari mesin, girboks, hingga sistem kopling. Karena itu, menemukan solusi yang efektif membutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek teknis.
Mekies menjelaskan bahwa Red Bull belum menjadi patokan dalam hal performa start sejak awal musim 2026. Tim memang telah berusaha memperkecil selisih dengan para pesaing, tetapi peningkatan tersebut belum cukup untuk menghilangkan kelemahan yang ada.
Ia juga menilai masalah tersebut terasa semakin merugikan ketika mobil Red Bull mulai menunjukkan peningkatan performa secara keseluruhan. Saat Verstappen mampu bersaing lebih dekat dengan pembalap terdepan, kehilangan posisi akibat start buruk menjadi semakin sulit diterima karena persaingan di barisan depan berlangsung ketat.
Red Bull pun harus mencari keseimbangan antara meningkatkan performa mobil sepanjang balapan dan memperbaiki kemampuannya ketika lampu start padam. Kedua hal tersebut sama-sama penting untuk menjaga peluang Verstappen bersaing memperebutkan kemenangan.
Mekies memperkirakan Red Bull masih dapat mengurangi kesenjangan performa start dengan tim pesaing hingga akhir musim 2026. Setiap balapan memberikan kesempatan bagi tim untuk mengumpulkan data, mempelajari kelemahan mobil, dan menguji penyesuaian teknis yang dapat diterapkan dalam waktu dekat.
Meski demikian, ia tidak yakin Red Bull mampu menjadi tim dengan performa start terbaik sebelum musim ini berakhir. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan perubahan signifikan pada desain dan perangkat keras mobil.
Artinya, Verstappen kemungkinan masih harus menghadapi kelemahan yang sama dalam sejumlah balapan tersisa musim ini. Perbaikan bertahap memang dapat membantu mengurangi kerugian, tetapi belum tentu cukup untuk menyamai kemampuan para rival ketika memulai balapan.
Perubahan yang lebih menyeluruh baru diperkirakan bisa diwujudkan pada 2027. Red Bull perlu mengevaluasi berbagai komponen yang memengaruhi proses start, sehingga peningkatan tidak hanya bergantung pada penyesuaian kecil di setiap akhir pekan balapan.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Verstappen. Mobil yang kompetitif dalam kecepatan balapan belum tentu memberikan keuntungan maksimal apabila kehilangan posisi sejak awal. Ketika para rival mampu melakukan start dengan lebih baik, Verstappen harus mengandalkan kecepatan, strategi, dan kemampuan menyalip untuk kembali ke posisi yang diharapkan.
Selain persoalan start, Red Bull juga menghadapi gangguan komunikasi radio yang kembali muncul pada Grand Prix Amerika Serikat. Verstappen dan Hadjar mengalami kendala komunikasi dengan pitwall, sehingga koordinasi selama balapan menjadi lebih sulit.
Mekies mengakui bahwa masalah radio tersebut membuat pekerjaan tim semakin rumit. Namun, ia menilai persoalan ini lebih memungkinkan untuk diselesaikan dalam waktu dekat dibandingkan masalah start.
Perbedaan tingkat kesulitan tersebut menunjukkan bahwa Red Bull sedang menangani dua persoalan teknis dengan kebutuhan penanganan berbeda. Gangguan radio membutuhkan solusi yang relatif cepat, sedangkan perbaikan start memerlukan evaluasi lintas divisi dan perubahan komponen yang lebih mendasar.
Bagi Verstappen, penyelesaian kedua masalah tersebut akan berpengaruh terhadap konsistensi tim. Komunikasi yang baik membantu pengambilan keputusan selama balapan, sementara start yang kompetitif dapat mengurangi risiko kehilangan posisi sejak lap pertama.
Meski demikian, Red Bull belum bisa menjamin bahwa seluruh kelemahan tersebut akan hilang dalam waktu bersamaan. Tim harus terus mengembangkan mobil sambil menghadapi persaingan yang semakin ketat di sisa musim 2026.
Start buruk masih menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar Red Bull pada Formula 1 2026. Max Verstappen memang tetap mampu meraih hasil kompetitif, seperti finis ketiga di GP Amerika Serikat, tetapi kelemahan saat memulai balapan berpotensi menghambat upayanya bersaing dengan para rival.
Penjelasan Laurent Mekies menunjukkan bahwa masalah tersebut bukan sekadar persoalan pengaturan mobil yang bisa diselesaikan dalam satu akhir pekan. Keterlibatan mesin, girboks, kopling, serta kebutuhan perubahan desain dan perangkat keras membuat perbaikannya membutuhkan waktu lebih panjang.
Jika Red Bull belum mampu mengatasi kelemahan itu secara menyeluruh hingga akhir musim, Verstappen kemungkinan harus menunggu perubahan besar pada 2027. Untuk sementara, tim perlu memaksimalkan setiap peluang pengembangan agar kehilangan posisi pada awal balapan tidak terus menjadi penghambat performanya.
Crash.net, Max Verstappen Made to Wait for Fix to Red Bull’s ‘Complex’ F1 Problem.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media