Erick Thohir Soroti Selebrasi Berlebihan Timnas U-16 Australia di Semifinal Piala AFF

sport.fin.co.id - 02/07/2024, 18:59 WIB

Erick Thohir Soroti Selebrasi Berlebihan Timnas U-16 Australia di Semifinal Piala AFF

Ketum PSSI Erick Thohir.

fin.co.id - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyoroti selebrasi berlebihan yang dilakukan oleh Timnas U-16 Australia pada semifinal Piala AFF U-16.

Erick menilai, perayaan berlebihan yang dilakukan Australia pada semifinal Piala AFF U-16 karena U-23 mereka kalah dari Indonesia.

"Kenapa mereka selebrasi berlebihan, karena U-23 mereka kalah sama kita," katanya setelah pertandingan semifinal Indonesia melawan Australia.

Pada laga tersebut, Erick menuturkan, Timnas U-16 Indonesia bermain baik ketika melawan Australia.

Sejak babak pertama, Indonesia hanya bermain dengan sepuluh orang saja karena ada pemain yang diganjar kartu merah.

"Kita kalah tapi bermain baik, skor dua kali. Di situ ada fighting spirit, jadi kalau kita kalah sama mereka nggak, nggak," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada para pemain untuk tetap semangat.

"Tadi saya bilang pemain tidak ada yang nundukin kepala, tidak ada nangis nanti. Oktober kita ketemu Australia, kita sikat mereka. Kita siapin, nggak perlu takut," katanya.

Sementara itu, dari sisi kemampuan para pemain, menurut dia pemain Indonesia tidak kalah dengan Australia.

"Nggak kalah, cuma bola itu bundar, kita kena kartu merah, ya namanya sepak bola. Dengan sepuluh pemain bisa skor lagi dan ini masa depan timnas kita," katanya.

Sementara itu, pada pertandingan tersebut Indonesia kalah 3-5 melawan Australia.

Dengan demikian Indonesia akan menghadapi Timnas U-16 Vietnam untuk memperebutkan juara ketiga pada ASEAN U-16 Boys Championship 2024 pada Rabu (3/7) di Stadion Manahan Solo.

Sahroni
Sahroni
Penulis

Penulis senior di FIN.CO.ID dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri media. Spesialis dalam meliput dinamika dunia Sepak Bola dan inovasi Teknologi. Konsisten menyajikan analisis mendalam dan berita terpercaya sejak bergabung pada 2019.