Mesir Resmi Gugat FIFA, Tuding Wasit dan VAR Selamatkan Argentina dari Kekalahan

sport.fin.co.id - 09/07/2026, 06:09 WIB

Mesir Resmi Gugat FIFA, Tuding Wasit dan VAR Selamatkan Argentina dari Kekalahan

Argentina vs Mesir (foto by X/@CutiRomero2)

fin.co.id - Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengambil langkah tegas setelah tim nasional mereka tersingkir dari Piala Dunia 2026. EFA resmi melayangkan protes kepada FIFA dan meminta penyelidikan terhadap seluruh perangkat pertandingan yang memimpin duel babak 16 besar kontra Argentina.

Mesir menilai sejumlah keputusan wasit dalam pertandingan tersebut merugikan mereka dan berujung pada kekalahan dramatis 2-3 yang mengakhiri langkah The Pharaohs di turnamen.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis Rabu 8 Juli 2026, EFA menyebut Presiden Federasi Sepak Bola Mesir, Hany Abou Rida, telah mengajukan pengaduan kepada FIFA terkait kepemimpinan wasit asal Prancis, Francois Letexier.

"Hany Abou Rida, Presiden Federasi Sepak Bola Mesir telah mengajukan pengaduan kepada FIFA dengan menuntut penyelidikan terhadap wasit asal Prancis, Francois Letexier, setelah kesalahan-kesalahan serius yang dilakukan tim wasit serta penerapan standar ganda, yang menyebabkan tim nasional Mesir kalah dalam pertandingan dan tersingkir dari Piala Dunia," demikian EFA melalui situs resmi pada Rabu 27 Juli 2026.

Tak hanya wasit utama, EFA juga meminta FIFA menyelidiki seluruh tim wasit, termasuk petugas video assistant referee (VAR), yang dinilai melakukan kesalahan mencolok dan tidak meninjau sejumlah momen krusial selama pertandingan.

Bahkan, federasi tersebut mendesak FIFA mencoret seluruh kru wasit yang bertugas pada laga tersebut dari daftar perangkat pertandingan Piala Dunia setelah proses investigasi selesai. EFA juga menuding adanya perlakuan diskriminatif terhadap tim nasional Mesir.

Kontroversi bermula ketika Mesir yang sedang unggul 1-0 berhasil kembali membobol gawang Argentina melalui Mostafa Zico pada babak kedua. Namun gol itu dibatalkan setelah VAR menilai gelandang Marwan Attia melakukan pelanggaran dengan menginjak kaki bek Argentina, Lisandro Martinez, dalam awal proses terciptanya gol.

Selain itu, Mesir juga mempersoalkan insiden ketika Mohamed Salah diduga dijatuhkan di dalam kotak penalti Argentina. Klaim pelanggaran tersebut tidak berbuah hadiah penalti, sementara beberapa detik kemudian Argentina melancarkan serangan balik yang berakhir dengan gol kemenangan pada masa injury time untuk memastikan skor 3-2.

Pelatih Mesir Hossam Hassan mengaku kecewa dengan jalannya pertandingan dan merasa timnya menjadi korban keputusan yang tidak adil.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi tetap memiliki peluang melanjutkan perjalanan," kata Hassan seusai laga.

Kekecewaan serupa juga disampaikan Mostafa Zico yang menilai kepemimpinan wasit sejak awal pertandingan tidak berpihak kepada Mesir.

"Sejak awal pertandingan kami sudah diperlakukan tidak adil. Sangat jelas turnamen ini telah diatur," ujar Zico.

Kekalahan tersebut membuat Mesir kembali gagal mencatat sejarah dengan lolos ke babak perempat final Piala Dunia, pencapaian yang belum pernah mereka raih sepanjang keikutsertaan di turnamen tersebut.

Di sisi lain, Argentina sukses mengamankan tiket ke perempat final dan dijadwalkan menghadapi Swiss di Kansas City. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca