Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Match Fixing, Sanksi Tegas Akan Diberikan

sport.fin.co.id - 14/07/2024, 21:47 WIB

Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Match Fixing, Sanksi Tegas Akan Diberikan

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir (Instagram)

fin.co.id - PSSI menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku yang melakukan match fixing di dalam kompetisi liga sepak bola di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir saat membuka acara Workshop Aturan Baru Liga 1 Musim 2024-2025.

"Ada satu poin besar, saya tidak ada toleransi mengenai match fixing," ujar Erick, dalam tayangan video yang diunggah akun instagram pribadi: @erickthohir.

Dalam acara sosialisasi aturan tersebut, Erick kembali menegaskan komitmen PSSI untuk melakukan transformasi liga sepak bola di tanah air.

Ia mengatakan, membangun liga yang berkualitas tidak bisa dilakukan sepihak atau sendiri-sendiri, namun harus melalui kerja sama semua unsur untuk menjalankan perubahan.

"Liga harus berubah, PSSI harus berubah, klub harus berubah," ujarnya.

Untuk menuju perubahan kualitas liga yang diharapkan, PSSI tidak akan mentolerir adanya praktik match fixing yang dilakukan oknum manajer, pelatih, pemain, wasit, maulun agen.

"Kalau ada saya sikat dan kalau ada yang tahu mengenai main-main ini laporkan ke saya," pungkasnya.

Lebih lanjut, Erick menambahkan, ia akan terus mendorong transformasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melakukan terobosan dan perbaikan.

Liga Indonesia, kata dia, harus semakin berkualitas sehingga bisa menjadi liga terbaik di Asia Tenggara 15 besar di Asia.

Adapun, berdasarkan ranking kualitas liga yang dirilis Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Mei 2024 lalu, Liga 1 Indonesia masih berada di peringkat 28 level Asia dan posisi keenam di ASEAN.

Sahroni
Sahroni
Penulis

Penulis FIN.CO.ID