Megawati Hangestri Bersinar di Final V-League, Meski Red Sparks Gagal Rebut Gelar

sport.fin.co.id - 09/04/2025, 07:49 WIB

Megawati Hangestri Bersinar di Final V-League, Meski Red Sparks Gagal Rebut Gelar

Megawati Hangestri Pertiwi

fin.co.id – Sorotan utama di laga pamungkas Liga Voli Putri Korea Selatan 2024/2025 bukan hanya tertuju pada kemenangan dramatis Pink Spiders, tetapi juga pada sosok Megawati Hangestri Pertiwi. Pemain asal Indonesia itu kembali mencuri perhatian lewat performa luar biasa yang ditunjukkannya bersama Red Sparks di partai final kelima yang berlangsung Selasa, 8 April 2025 malam WIB di Samsan Gymnasium, Incheon.

Dalam laga penentuan tersebut, Red Sparks harus mengakui keunggulan Pink Spiders dengan skor ketat 2-3 (24-26, 24-26, 26-24, 25-23, 13-15). Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi, dengan kedua tim saling kejar-mengejar angka hingga titik akhir. Namun, meski kalah, nama Megawati Hangestri tetap menjadi bintang utama di lapangan.

Mega Poin, Mega Performa

Megawati Hangestri kembali menunjukkan mengapa ia layak disebut sebagai tulang punggung Red Sparks. Pevoli berusia 25 tahun itu mencetak 37 poin, terbanyak di antara semua pemain dalam laga tersebut. Di tengah tekanan final dan melawan tim kuat seperti Pink Spiders, Megawati tampil spartan, tanpa kenal lelah menggedor pertahanan lawan.

Penampilannya pun tak luput dari sorotan media Korea Selatan. Sports Korea secara khusus menyoroti duel Megawati dengan bintang Pink Spiders sekaligus legenda voli Korea, Kim Yeon-koung. “Megawati menunjukkan skill luar biasa di hadapan pemain idolanya,” tulis media tersebut dalam ulasannya.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa kehadiran Megawati menjadi faktor besar di balik performa kompetitif Red Sparks sepanjang final. Ia bahkan disebut sebagai pemain dengan total poin terbanyak dalam empat laga final sebelumnya—116 poin—menandakan konsistensinya dalam level tertinggi.

Saat Mega Berdiri, Tim Bertahan

Dalam kondisi yang tidak ideal, terutama ketika rekan setimnya Vanja Bukilic tidak tampil dalam performa terbaik, Megawati justru mengambil tanggung jawab lebih besar. Korea Sport menuliskan, “Ketika Bukilic tidak 100%, Mega menunjukkan perannya lebih dari 100%.”

Red Sparks memang tidak berhasil meraih gelar juara musim ini. Namun perjuangan mereka, terutama performa Megawati, meninggalkan kesan mendalam bagi penonton dan penggemar voli di Korea maupun Indonesia. Musim ini menjadi kelanjutan dari pencapaian sebelumnya, di mana Megawati membantu Red Sparks finis di posisi ketiga musim lalu dan melaju lebih jauh sebagai runner-up tahun ini.

Bukan Akhir, Tapi Awal dari Lebih Besar

Sejak bergabung pada musim 2023/2024, perjalanan Megawati Hangestri di Korea Selatan terus menanjak. Dari sekadar pendatang baru, kini ia menjelma menjadi ikon tim dan simbol harapan baru bagi Red Sparks. Dengan usia yang masih muda dan semangat juang yang tak pernah padam, banyak yang percaya ini bukanlah puncak karier Megawati—melainkan awal dari sesuatu yang lebih besar. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID