fin.co.id - Final Liga Champions 2024/2025 akan mempertemukan dua kekuatan Eropa dengan ambisi besar: Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Milan. Laga pamungkas ini dijadwalkan berlangsung di Allianz Arena, Munich, pada Minggu 2 Juni dini hari WIB — dan diprediksi menjadi salah satu final paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
PSG Memburu Treble, Inter Misi Penebusan
Bagi PSG, ini lebih dari sekadar laga final. Ini adalah kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub, sekaligus menyempurnakan musim dengan treble winners — setelah mengunci gelar Ligue 1 dan Coupe de France.
Meski ditinggal Kylian Mbappé ke Real Madrid awal tahun ini, skuat Luis Enrique justru tampil lebih padu dan solid. Nama-nama seperti Ousmane Dembélé, Khvicha Kvaratskhelia, hingga anak muda berbakat Desire Doue tampil cemerlang dalam fase gugur. PSG bahkan menyingkirkan raksasa-raksasa seperti Arsenal dan Aston Villa dengan performa meyakinkan.
Satu catatan menarik, PSG menjadi klub Prancis pertama yang berpeluang mencetak treble. Jika berhasil, mereka akan meniru kesuksesan Marseille yang mengangkat trofi di kota yang sama pada 1993—juga melawan klub asal Milan.
Baca Juga
Inter Tak Gentar, Bawa Modal Mental Baja
Di sisi lain, Inter Milan datang ke final bukan sekadar numpang lewat. Meski gagal di Serie A dan Coppa Italia, pasukan Simone Inzaghi masih punya satu harapan: mengangkat trofi Liga Champions untuk keempat kalinya. Inter sebelumnya sukses di tahun 1964, 1965, dan 2010, dan mereka tentu tak ingin mengulang kegagalan seperti di Istanbul 2023 saat ditumbangkan Manchester City.
Inter punya reputasi sebagai tim yang tak gampang panik. Dari 14 pertandingan UCL musim ini, mereka hanya tertinggal selama tujuh menit. Bahkan Bayern Munich dan Barcelona pun kesulitan membongkar skema solid Nerazzurri. Kapten Lautaro Martínez, yang absen beberapa pekan karena cedera, dikabarkan siap turun sejak menit awal.
Duel Taktik: Kolektifitas vs Struktur
Baca Juga
Laga ini mempertemukan dua filosofi yang sangat berbeda. PSG mengandalkan permainan ofensif, mengandalkan kecepatan dan kreativitas dari lini serang. Sebaliknya, Inter tetap bertumpu pada taktik matang, transisi cepat, dan penguasaan lini tengah yang efektif lewat Calhanoglu dan Mkhitaryan.
Luis Enrique kemungkinan akan menurunkan formasi ofensif dengan trio Dembele–Doue–Kvaratskhelia, didukung Vitinha dan Joao Neves dari lini tengah. Sementara Inter akan tampil full team dengan skema 3-5-2 klasik ala Inzaghi.
Prediksi Skor PSG vs Inter Milan
Dengan skuat lebih segar, motivasi berlipat, dan performa konsisten sepanjang tahun, PSG tampak lebih siap. Namun pengalaman dan kekuatan mental Inter tidak bisa diremehkan. Banyak prediksi menyebut duel ini bisa berakhir imbang dalam waktu normal.
Prediksi akhir: PSG 2-1 Inter Milan