fin.co.id - Masa depan pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, menjadi sorotan utama setelah membawa klub meraih gelar Liga Europa musim ini.
Meski sukses memutus puasa gelar selama 17 tahun, posisi pelatih asal Australia itu belum sepenuhnya aman.
Di balik keberhasilan di kancah Eropa, performa Tottenham di Premier League justru mengecewakan.
Mereka hanya finis di atas tiga tim yang terdegradasi, Southampton, Leicester City, dan Ipswich Town, serta mencetak rekor baru sebagai tim dengan jumlah kekalahan terbanyak dalam satu musim Premier League tanpa terdegradasi, yakni 22 kekalahan.
Situasi ini membuat ketua klub Daniel Levy berpikir ulang soal masa depan Postecoglou, meskipun sebelumnya ia berkomitmen pada proyek jangka panjang saat merekrut mantan pelatih Celtic itu pada 2023.
Biaya Fantastis Jika Ingin Mengakhiri Kontrak
Postecoglou masih memiliki dua tahun tersisa dalam kontraknya yang berdurasi empat tahun hingga 2027.
Baca Juga
Jika Levy memutuskan untuk memecatnya lebih awal, Tottenham harus mengeluarkan dana sekitar £4 juta (sekitar Rp80 miliar) sebagai kompensasi.
Angka itu belum termasuk bonus £2 juta (sekitar Rp40 miliar) yang telah diterima Postecoglou atas keberhasilannya di Liga Europa.
Menurut laporan The Telegraph, dilansir Sports Mole, Levy kini sudah mengetahui konsekuensi finansial tersebut.
Postecoglou sendiri baru saja kembali ke Inggris setelah berlibur bersama keluarga dan dikabarkan akan segera mendapatkan kejelasan soal masa depannya di klub.
Baca Juga
Rekam Jejak Postecoglou di Spurs
Sejak bergabung, pelatih berusia 59 tahun itu telah memimpin Tottenham dalam 101 pertandingan dengan catatan 47 kemenangan, 14 imbang, dan 40 kekalahan.
Meski mampu mempersembahkan trofi, performa inkonsisten di liga domestik membuat sejumlah pihak meragukan kelayakannya untuk bertahan.
Selain itu, asisten kepercayaannya, Ryan Mason, juga telah meninggalkan klub untuk menjadi pelatih kepala di West Bromwich Albion, membuat situasi ruang ganti semakin tidak stabil.