Tottenham Pecat Pelatih Ange Postecoglou Usai Juara Liga Europa, Ini Alasannya

sport.fin.co.id - 07/06/2025, 05:46 WIB

Tottenham Pecat Pelatih Ange Postecoglou Usai Juara Liga Europa, Ini Alasannya

Pelatih Ange Postecoglou (inatagram)

fin.co.id - Tottenham Hotspur resmi memecat pelatih Angelos "Ange" Postecoglou. Keputusan mengejutkan ini datang hanya beberapa pekan setelah sang pelatih membawa The Lilywhites meraih gelar juara Liga Europa 2024/2025, trofi pertama klub sejak 2008 dan gelar Eropa pertama dalam lebih dari empat dekade.

Pengumuman pemecatan disampaikan manajemen klub yang dipimpin Daniel Levy pada Jumat 6 Juni, menyusul penampilan buruk Tottenham di Liga Inggris musim ini.

"Menyusul sejumlah penilaian dan pertimbangan yang telah dibuat, klub mengumumkan bahwa Ange Postecoglou tidak lagi menjadi pelatih Tottenham," demikian pernyataan resmi klub, dikutip dari laman Tottenham Hotspur.

Postecoglou mulai menukangi Spurs pada musim panas 2023, menggantikan Antonio Conte. Kehadirannya kala itu disambut positif karena rekam jejak apiknya bersama Celtic, di mana ia sukses mempersembahkan gelar Liga Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia.

Selama di Tottenham, pelatih asal Australia tersebut memperkenalkan filosofi permainan menyerang yang dikenal sebagai “Ange ball,” yang langsung mengubah wajah permainan tim London Utara itu. Puncaknya terjadi pada 22 Mei lalu saat Tottenham mengalahkan Manchester United di partai final Liga Europa.

Gelar tersebut bukan hanya mengakhiri puasa trofi selama 17 tahun, tetapi juga mengamankan tiket Liga Champions untuk musim depan.

Namun, torehan manis di Eropa tak cukup menutupi kekecewaan di kompetisi domestik. Tottenham mengakhiri musim Premier League di posisi ke-17 dengan hanya mengumpulkan 38 poin dan mencatatkan 22 kekalahan dari 38 pertandingan—rekor terburuk sejak mereka terdegradasi pada tahun 1977.

Dalam surat perpisahan yang dirilis setelah pemecatannya, Postecoglou menyampaikan perasaan harunya setelah dua musim bersama Spurs.

"Ketika saya merefleksikan masa saya sebagai manajer Tottenham Hotspur, perasaan utama saya adalah rasa bangga," kata Postecoglou.

"Berbagi pengalaman itu dengan semua yang benar-benar mencintai klub ini dan melihat dampaknya pada mereka adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan," sambungnya.

Ia juga menyebut malam di Bilbao sebagai momen klimaks dari seluruh proses yang dijalaninya bersama tim.

"Ada banyak tantangan yang harus diatasi dan banyak keraguan yang menyertai upaya mencapai apa yang banyak orang katakan tidak mungkin," ujar dia.

Postecoglou menekankan bahwa ia telah membangun fondasi penting yang bisa menjadi bekal Tottenham untuk segera kembali bersaing di papan atas.

Kini, Spurs bersiap memulai era baru dengan mencari pelatih pengganti dan melakukan pembenahan skuad demi tampil kompetitif di musim 2025/2026.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID