Bola . 08/06/2025, 15:47 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
Sejak 2017, kedua tim telah bertemu sebanyak enam kali. Hasilnya cukup seimbang, masing-masing meraih dua kemenangan dan dua laga lainnya berakhir imbang.
Total 13 gol tercipta dari semua pertemuan tersebut, 7 untuk Jerman dan 6 untuk Prancis, dengan rata-rata 2,17 gol per pertandingan.
Hal ini memperkuat prediksi bahwa laga nanti akan berlangsung ketat dan menarik.
Julian Nagelsmann tidak menghadapi masalah cedera, sehingga bisa menurunkan skuad terbaiknya.
Jerman diprediksi akan bermain dengan formasi 3-4-2-1 yang menampilkan Marc-André ter Stegen, Jonathan Tah, Robin Koch, Waldemar Anton, Joshua Kimmich, Pascal Gross, Leon Goretzka, Robin Gosens, Florian Wirtz, Serge Gnabry, dan Niclas Füllkrug.
Begitu juga dengan Prancis. Didier Deschamps juga memiliki tim yang fit sepenuhnya.
Formasi 4-2-3-1 kemungkinan akan digunakan dengan Mike Maignan di bawah mistar, didukung oleh Malo Gusto, Ibrahima Konaté, Lucas Hernandez, dan Theo Hernandez.
Di lini tengah ada Kouadio Koné dan Adrien Rabiot, sementara lini serang diisi oleh Randal Kolo Muani, Rayan Cherki, Désiré Doué, dan Kylian Mbappé.
Melihat performa kedua tim yang sama-sama produktif namun juga rapuh di lini belakang, laga ini diprediksi akan berjalan seru dan penuh gol.
Baik Prancis maupun Jerman punya peluang besar untuk mencetak gol lebih dari satu.
Dengan kekuatan yang cukup seimbang dan motivasi tinggi dari kedua kubu, hasil imbang 2-2 menjadi prediksi yang cukup realistis untuk duel panas ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media