Balap . 09/06/2025, 17:24 WIB
Penulis : Aries Setianto | Editor : Aries Setianto
fin.co.id - Francesco "Pecco" Bagnaia dan Ducati MotoGP sepanjang musim 2025 seperti terjebak dalam lingkaran masalah yang sama, kehilangan kepercayaan diri pada bagian depan motor GP25.
Keluhan berulang dari pembalap Italia itu sempat membuat frustrasi, bukan karena tim tidak percaya padanya, melainkan karena solusi yang dicari tak kunjung ditemukan.
Bahkan di balapan Sprint Aragon, Bagnaia harus puas finis di luar poin sebuah hasil yang jauh dari harapan untuk juara dunia 2023 ini.
Namun, segala sesuatu berubah pada hari Minggu. Setelah diskusi intens antara manajer tim Davide Tardozzi, insinyur balapan, dan Bagnaia usai balapan Sprint, tim Ducati mencoba sebuah pendekatan baru.
Tardozzi menyebutnya sebagai "sesuatu yang belum pernah kami pikirkan sebelumnya." Tanpa banyak bicara, perubahan itu membuahkan hasil, Bagnaia tampil lebih kompetitif dan berhasil meraih podium ketiga di balapan utama.
"Kami sangat senang untuk Pecco," kata Tardozzi. "Para insinyur bekerja tanpa henti di beberapa balapan terakhir untuk mengembalikan feeling depan motornya, dan akhirnya kami melihat progres."
Meski enggan menjelaskan detail teknis, Tardozzi menegaskan bahwa solusi ini adalah hasil kolaborasi cepat dan kreativitas tim.
Podium di Aragon datang di momen yang tepat. Bagnaia kini tertinggal 93 poin dari Marc Marquez yang dominan, tetapi dua balapan berikutnya Mugello dan Assen bisa menjadi titik balik.
Kedua sirkuit ini dikenal cocok dengan gaya balap Bagnaia, dan Ducati berencana menyempurnakan solusi terbaru mereka dalam tes resmi sebelum GP Italia.
"Kami muak mendengar keluhan yang sama, tapi sekarang kami optimis," ujar Tardozzi. "Pecco akan kembali kuat, dan Mugello adalah tempat yang tepat untuk membuktikannya."
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media