Bola . 19/06/2025, 13:13 WIB
Penulis : Aries Setianto | Editor : Aries Setianto
fin.co.id - Timnas Indonesia sedang bersiap menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Namun, tantangan tak hanya datang dari lawan di lapangan, melainkan juga dari sosok wasit yang kerap membuat keputusan kontroversial.
Apalagi, AFC baru saja menetapkan Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah babak ini keputusan yang menuai pro-kontra karena dinilai menguntungkan tim-tim Timur Tengah.
Bagi Timnas Indonesia, bermain di kandang lawan dengan wasit yang dianggap "berat sebelah" bisa menjadi batu sandungan besar. Berikut lima wasit yang pernah merugikan Tim Garuda dan berpotensi mengancam peluang mereka ke Piala Dunia 2026:
Wasit asal Oman ini menjadi momok bagi Timnas Indonesia setelah insiden kontroversial melawan Bahrain di putaran ketiga kualifikasi. Saat itu, Bahrain mencetak gol penyama kedudukan di menit 90+9, padahal waktu tambahan yang diberikan hanya 6 menit. Gol tersebut menggagalkan kemenangan Tim Garuda yang sempat unggul 2-1.
Keputusan Ahmed Al Kaf memicu kemarahan publik Indonesia hingga dijuluki "Tragedi 90+6=66". Akun media sosialnya pun dibanjiri kritik, bahkan sempat di-"take down" karena tekanan suporter. Jika AFC kembali menunjuknya, wasit ini bisa menjadi ancaman serius bagi Timnas Indonesia.
Nasrullo Kabirov, wasit asal Tajikistan, pernah memimpin pertandingan Timnas Indonesia vs Qatar di Piala Asia U-23 2024. Keputusannya dinilai sangat merugikan Tim Garuda, mulai dari pemberian penalti meragukan untuk Qatar hingga kartu merah kontroversial untuk Ivar Jenner.
Yang lebih menyakitkan, pelanggaran serupa yang dilakukan pemain Qatar hanya dihukum kartu kuning. Jika wasit seperti ini kembali bertugas di putaran keempat, Timnas Indonesia harus ekstra waspada.
Sivakorn Pu-udom, wasit asal Thailand, kerap menjadi sorotan saat bertugas sebagai wasit VAR. Di Piala Asia U-23, ia merekomendasikan kartu merah untuk Ivar Jenner dan Ramadhan Sananta saat melawan Qatar. Keputusannya kembali merugikan Timnas Indonesia di semifinal melawan Uzbekistan.
Keberpihakannya yang terlihat jelas membuat suporter geram. Jika AFC menempatkannya lagi di putaran keempat, Tim Garuda harus siap menghadapi ketidakadilan dari balik layar.
Wasit asal Prancis ini pernah memimpin laga play-off Olimpiade 2024 antara Timnas Indonesia vs Guinea. Dua penalti diberikan untuk Guinea padahal tayangan ulang menunjukkan pelanggaran terjadi di luar kotak penalti.
Belum cukup, Shin Tae-yong juga diusir dari lapangan karena dianggap protes berlebihan. Keputusan Francois Letexier kala itu menjadi salah satu faktor kegagalan Tim Garuda Muda ke Olimpiade.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media