Bola . 19/06/2025, 13:13 WIB
Penulis : Aries Setianto | Editor : Aries Setianto
Saat Timnas Indonesia melawan Uzbekistan di semifinal Piala Asia U-23, Shen Yinhao menjadi wasit utama yang bekerja sama dengan Sivakorn Pu-udom (VAR). Hasilnya?
Beberapa keputusan kontroversial seperti:
Penalti untuk Witan Sulaeman yang diabaikan.
Kartu merah untuk Rizky Ridho.
Gol Muhammad Ferarri yang dianulir.
Kinerjanya bahkan dikritik oleh fans China sendiri. Jika ia kembali bertugas, Timnas Indonesia bisa menghadapi ketidakadilan serupa.
Dengan penunjukan Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah, Tim Garuda harus siap menghadapi tekanan ekstra baik dari suporter lawan maupun keputusan wasit. Pelatih Patrick Kluivert perlu menyiapkan strategi antisipasi, termasuk melatih mental pemain agar tetap tenang dalam situasi kontroversial.
Selain itu, PSSI juga harus aktif mengawal jalannya pertandingan dan memprotes setiap ketidakadilan yang terjadi. Sebab, di level kualifikasi seperti ini, satu keputusan wasit bisa menentukan nasib Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media