fin.co.id - Florian Wirtz resmi menjadi bagian dari Liverpool. Apa motivasi utamanya? Bukan sekadar ingin bermain di Premier League, tapi mengejar gelar juara setiap musim!
Dalam wawancara perdananya usai merampungkan transfer dari Bayer Leverkusen, Wirtz menegaskan ambisinya untuk membawa Liverpool kembali berjaya. “Saya tidak datang untuk bersenang-senang. Saya ingin memenangkan segalanya setiap tahun,” ujar Wirtz seperti dikutip dari laman resmi klub, Sabtu, 21 Juni 2025.
Transfer Tuntas, Florian Wirtz Jadi Rekrutan Ketiga The Reds
Menurut laporan resmi klub, Florian Wirtz menjadi pemain ketiga yang bergabung ke Liverpool musim panas ini setelah Jeremie Frimpong dan Armin Pecsi. Gelandang kreatif asal Jerman itu menandatangani kontrak jangka panjang usai menjalani musim luar biasa bersama Leverkusen.
“Pertama-tama, kami harus bekerja keras. Saya harus bekerja keras,” lanjutnya dengan nada optimistis soal masa depan di Anfield.
Ambisi Besar: Liga Inggris dan Liga Champions Jadi Target
Florian Wirtz menegaskan bahwa trofi adalah prioritas utama. Ia ingin membantu Liverpool mempertahankan gelar Liga Inggris dan bersaing ketat di Liga Champions. “Saya sangat ambisius,” tegasnya.
Catatan performanya mendukung ambisi tersebut. Musim 2023/2024, Wirtz jadi kunci keberhasilan Leverkusen meraih dua gelar—Bundesliga dan DFB Pokal—tanpa satu pun kekalahan. Ia mencatat 14 gol dan 16 assist.
Baca Juga
Performa Konsisten: Mesin Gol dan Assist dari Leverkusen
Musim 2024/2025 memang tak semanis sebelumnya bagi timnya. Leverkusen gagal mempertahankan gelar. Tapi secara individu, Wirtz justru tampil lebih tajam dengan 16 gol dan 15 assist.
Secara total, selama lima setengah musim di Jerman, pemain berusia 22 tahun ini telah mengemas 57 gol dan 65 assist dalam 197 penampilan. Angka yang menunjukkan konsistensi dan produktivitas tinggi sebagai gelandang serang.
Liverpool Dinilai Tempat Ideal untuk Berkembang
Wirtz menyadari tantangan fisik yang menanti di Premier League. Tapi justru itu yang membuatnya tertarik.
Baca Juga
“Peningkatan fisik dan level pribadi menjadi poin penting. Semua orang tahu bahwa para pemain Liverpool seperti mesin—kuat dan fisikal. Saya melihat ini sebagai kesempatan bagi saya untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya.